BGN Klaim Angkat Ekonomi Keluarga Lewat Gaji Rp 2 Juta untuk Ibu-ibu

1 week ago 10
Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (3 dari kiri) | bgn.go.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) bukan sekadar urusan gizi, tetapi juga sudah membawa dampak nyata bagi perekonomian keluarga kecil.

Ia mencontohkan, banyak ibu rumah tangga berusia 40-45 tahun yang sebelumnya tak memiliki penghasilan kini bisa membawa pulang gaji Rp 2 juta per bulan berkat bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Banyak ibu-ibu sekarang senang karena ada penghasilan tetap. Dari yang tidak punya pendapatan, kini bisa mendapatkan Rp2 juta. Itu sekaligus memutus rantai kemiskinan ekstrem,” ucap Dadan dalam forum ekonomi bersama Presiden di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dadan menyebut hingga kini sudah puluhan ribu orang yang terserap bekerja melalui SPPG. Setiap satu SPPG, rata-rata menyerap sekitar 50 tenaga kerja langsung. Dengan target nasional mencapai 30.000 unit, program MBG diperkirakan sanggup melahirkan hingga 1,5 juta lapangan kerja baru di sektor penyediaan makanan sehat.

Selain membuka kesempatan kerja, SPPG juga menumbuhkan ekosistem wirausaha baru. Setiap unit pelayanan, kata Dadan, mampu menciptakan sedikitnya 15 pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang pasokan bahan pangan, katering, hingga pengelolaan limbah minyak jelantah.

Kebangkitan ini juga dirasakan sejumlah restoran kecil yang sebelumnya hampir gulung tikar. Dengan bergabung sebagai mitra SPPG, mereka kini mendapatkan pelanggan tetap ribuan orang setiap hari. “Restoran yang hampir tutup kini bisa bangkit lagi karena ada konsumen pasti,” ujar Dadan.

Besarnya kebutuhan pangan dari program MBG juga diproyeksikan menyerap surplus hasil pertanian nasional. Untuk telur saja, bila program berjalan penuh melayani 82,9 juta penerima, kebutuhan tahunan bisa mencapai 400 ribu ton, padahal surplus nasional hanya separuhnya.

Situasi serupa terjadi pada daging ayam, sayuran, buah, dan susu. BGN bahkan memperkirakan Indonesia membutuhkan tambahan jutaan ekor sapi perah di masa depan agar mampu mencukupi kebutuhan susu segar harian untuk SPPG.

Di luar aspek ekonomi, Dadan mengungkapkan BGN kini telah diperkuat hampir 500 pegawai, ribuan relawan, serta 33.000 calon kepala SPPG yang disiapkan di berbagai daerah. Kondisi ini jauh berbeda dibanding awal ia dilantik pada 19 Agustus 2024.

“Waktu itu saya dilantik sendirian, tanpa staf, tanpa protokoler. Karena lembaganya baru berumur empat hari,” kenang Dadan dalam acara talkshow dan pameran foto setahun BGN di Antara Heritage Center, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Badan Gizi Nasional lahir melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 yang diteken Presiden ke-7 Joko Widodo. Lembaga ini dibentuk atas gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menunaikan program makan siang gratis yang kemudian berganti nama menjadi makan bergizi gratis.

Kini, BGN berdiri sebagai lembaga pemerintah yang bertugas mengelola pemenuhan gizi nasional, mulai dari penyediaan dan distribusi, promosi, hingga pengawasan. Melalui kerja sama dengan TNI, Polri, BIN, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta partisipasi masyarakat, ribuan SPPG ditargetkan bisa segera beroperasi di seluruh Indonesia.

Dadan optimistis, dengan kerja sama lintas sektor, program ini akan menjadi lokomotif pengentasan kemiskinan sekaligus pendorong kemandirian pangan. “Kalau sudah jalan penuh, pekarangan kosong pun akan produktif. Termasuk di kota-kota besar yang bisa dikembangkan dengan konsep pertanian praktis,” tuturnya. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|