KARO – Bupati Karo Antonius Ginting meminta perhatian serius pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI terhadap nasib warga yang terdampak erupsi Gunung Sinabung yang hingga kini belum sepenuhnya pulih, meski bencana tersebut telah berlangsung selama 16 tahun.
Permintaan tersebut disampaikan dalam kegiatan Peluncuran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Pulau Sumatera Tahun 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman di Desa Manuk Mulia, Kecamatan Tigapanah, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan pusat acara di Kabupaten Lampung Selatan dan diikuti seluruh kepala daerah se-Sumatera, termasuk Kabupaten Karo.
Dalam kesempatan itu, Bupati Antonius menegaskan bahwa warga terdampak erupsi Sinabung masih sangat membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Karo berharap masyarakat korban terdampak erupsi Gunung Sinabung juga menjadi perhatian dalam program bantuan perumahan pemerintah pusat, agar mereka dapat memperoleh hunian yang lebih layak dan nyaman,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI menyatakan komitmennya untuk mendukung kebutuhan perumahan masyarakat di Kabupaten Karo. Bahkan, kementerian berencana meningkatkan alokasi bantuan rumah hingga tiga kali lipat pada tahun-tahun mendatang guna mempercepat penanganan hunian warga terdampak bencana.
Pada tahun 2026, Kabupaten Karo sendiri memperoleh alokasi 61 unit bantuan BSPS, sementara Desa Manuk Mulia mendapatkan 17 unit rumah bantuan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Bupati Antonius juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program BSPS tersebut. Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di daerah.
“Kami sangat mendukung program ini karena sangat membantu masyarakat, terutama dalam menyediakan rumah yang layak huni,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, Anggota DPD RI Badikenita Br. Sitepu, Kepala Dinas Perkim dan Pertanahan Kabupaten Karo Hendrik Philemon Tarigan, serta sejumlah pejabat daerah dan masyarakat penerima bantuan.
Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan Program BSPS berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. (deo/ila)
KARO – Bupati Karo Antonius Ginting meminta perhatian serius pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI terhadap nasib warga yang terdampak erupsi Gunung Sinabung yang hingga kini belum sepenuhnya pulih, meski bencana tersebut telah berlangsung selama 16 tahun.
Permintaan tersebut disampaikan dalam kegiatan Peluncuran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Pulau Sumatera Tahun 2026 yang digelar Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman di Desa Manuk Mulia, Kecamatan Tigapanah, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan pusat acara di Kabupaten Lampung Selatan dan diikuti seluruh kepala daerah se-Sumatera, termasuk Kabupaten Karo.
Dalam kesempatan itu, Bupati Antonius menegaskan bahwa warga terdampak erupsi Sinabung masih sangat membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Karo berharap masyarakat korban terdampak erupsi Gunung Sinabung juga menjadi perhatian dalam program bantuan perumahan pemerintah pusat, agar mereka dapat memperoleh hunian yang lebih layak dan nyaman,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI menyatakan komitmennya untuk mendukung kebutuhan perumahan masyarakat di Kabupaten Karo. Bahkan, kementerian berencana meningkatkan alokasi bantuan rumah hingga tiga kali lipat pada tahun-tahun mendatang guna mempercepat penanganan hunian warga terdampak bencana.
Pada tahun 2026, Kabupaten Karo sendiri memperoleh alokasi 61 unit bantuan BSPS, sementara Desa Manuk Mulia mendapatkan 17 unit rumah bantuan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Bupati Antonius juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program BSPS tersebut. Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di daerah.
“Kami sangat mendukung program ini karena sangat membantu masyarakat, terutama dalam menyediakan rumah yang layak huni,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, Anggota DPD RI Badikenita Br. Sitepu, Kepala Dinas Perkim dan Pertanahan Kabupaten Karo Hendrik Philemon Tarigan, serta sejumlah pejabat daerah dan masyarakat penerima bantuan.
Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman dalam kesempatan itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan Program BSPS berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. (deo/ila)

8 hours ago
7

















































