Bupati Sragen Tinjau Langsung Dapur Produksi MBG Usai Keracunan Massal 251 Siswa dan Guru

2 weeks ago 15
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau dapur produksi Dapur SPPG Mitra Mandiri 1 yang berlokasi di Jalan Raya Gemolong-Sragen Km 2, Klentang 008, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah || Huri Yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Geger terjadi di Kecamatan Gemolong, Sragen, setelah distribusi makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru, mencapai 251 orang, pada Selasa (12/8/2025).

Akibat kejadian luar biasa ini, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung meninjau dapur produksi Dapur SPPG Mitra Mandiri 1 yang berlokasi di Jalan Raya Gemolong-Sragen Km 2, Klentang 008, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

“Hari ini kami mendapatkan laporan adanya gejala-gejala keracunan di beberapa SD dan SMP di Gemolong, seperti mual, sakit perut melilit, hingga muntah. Intinya, dugaan keracunan,” ujar Bupati Sigit Pamungkas.

Berdasarkan pengamatan dan temuan di lapangan, Bupati Sigit mengambil kebijakan tegas untuk menghentikan sementara distribusi MBG dari penyedia tersebut selama dua hari ke depan. Hal ini dilakukan guna mengamati perkembangan gejala yang mungkin masih timbul pada korban.

Untuk mengantisipasi adanya korban baru, Puskesmas Gemolong disiagakan selama 24 jam penuh. “Kami siagakan puskesmas respons cepat selama 24 jam untuk mengantisipasi masyarakat yang bergejala, mudah-mudahan tidak ada,” tambah Bupati.

Sampel makanan dengan menu nasi kuning, ayam suwir, susu, dan orek telur suwir yang dibagikan pada 11 Agustus telah dikirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji. “Hasilnya akan kami tunggu dalam beberapa waktu ke depan,” kata Bupati Sigit.

Terkait penyebab kejadian ini, Bupati Sigit menekankan pentingnya investigasi mendalam. “Kita tidak bisa langsung membuat kesimpulan. Kami perlu mendalami apakah masalahnya berasal dari bahan baku, proses penyajian, atau lainnya,” jelasnya.

Sigit juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melaporkan insiden ini ke pemerintah pusat dan berupaya memperbaiki sistem pengawasan agar program MBG di mana pun dapat berjalan aman dan bergizi bagi anak-anak.

Sebelumnya, anggota DPRD Komisi IV Sragen, Tono, meminta evaluasi menyeluruh pada seluruh dapur SPPG.

“Terjadi keracunan massal di Gemolong akibat penyediaan makanan MBG. Kami dari Komisi IV meminta evaluasi serius terhadap penyediaan makanan tersebut. Makanan harus segar dan tidak boleh disediakan jauh hari sebelumnya. Kualitas dan higienitas makanan harus benar-benar dicek, mengingat MBG menggunakan anggaran yang tidak sedikit,” ujar Tono.

Ia mengingatkan agar program MBG tidak dijalankan asal-asalan, karena menggunakan anggaran besar dari negara.

“Pihak yayasan penyedia sudah jelas, harus dievaluasi secara menyeluruh. Kejadian di SD tersebut harus dikoreksi dengan benar untuk mengetahui penyebab keracunan massal, apakah akibat makanan yang disimpan lama atau faktor lain,” tutupnya.

Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|