Capek dan Kurang Tidur, Ratusan Warga Antre Untuk Pijat Refleksi 

22 hours ago 13

Melihat Layanan Pijat Refleksi Bagi Warga Korban Kebakaran di Tenda Pengungsian   

Di tengah deretan tenda pengungsian korban kebakaran Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, sebuah bentuk kepedulian hadir dengan cara yang tak biasa. Saat sebagian warga sibuk mengurus kebutuhan keluarga dan sebagian lainnya beristirahat, sejumlah pengungsi mendapatkan layanan pijat refleksi.

Laporan: Mustakim Ali _ Jayapura

Bagi mereka, pijatan tersebut bukan sekadar layanan tambahan. Setelah berhari-hari menjalani kehidupan di pengungsian, mengangkat barang, membantu aktivitas posko, hingga harus beradaptasi dengan waktu istirahat yang terbatas, tubuh pun membutuhkan jeda.

   Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua memberikan layanan pijat kepada warga terdampak kebakaran dengan menugaskan beberapa tukang pijat profesional. Pelayanan ini menjadi salah satu bentuk dukungan yang berbeda dari bantuan yang umumnya diberikan dalam situasi bencana.

  Menurut salah satu tukang pijat refleksi, Ibrahim, memberikan pijat kepada warga di Posko pengungsian bukanlah sesuatu yang asing.

  Pria yang tinggal di kawasan belakang Hamadi Laut itu telah lama menekuni pekerjaan tersebut. Pengalamannya bahkan membawanya hingga ke Jakarta dan melayani sejumlah orang di lingkungan Mabes Polri.

   “Saya dipanggil oleh Ketua Baznas, Ahmad Zainuri. Beliau kenal saya. Saya pernah pijat di Mabes Jakarta, termasuk Pak Wakapolri yang sekarang, Pak Budi,” kata Ibrahim.

  Ibrahim mengisahkan, dirinya pernah diminta membantu ketika Wakapolri saat ini mengalami masalah pada lutut sebelum dilantik. Saat itu, ia mendapat rujukan.

Namun bagi Ibrahim, pengalaman tersebut tidak membuat dirinya menggunakan istilah-istilah rumit untuk menjelaskan pekerjaannya.

   Baginya, yang terpenting adalah membantu orang yang merasa lelah atau mengalami ketegangan pada tubuh. Karena itu, kondisi para korban kebakaran menjadi perhatian Ibrahim dan rekan-rekannya.

Melihat Layanan Pijat Refleksi Bagi Warga Korban Kebakaran di Tenda Pengungsian   

Di tengah deretan tenda pengungsian korban kebakaran Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, sebuah bentuk kepedulian hadir dengan cara yang tak biasa. Saat sebagian warga sibuk mengurus kebutuhan keluarga dan sebagian lainnya beristirahat, sejumlah pengungsi mendapatkan layanan pijat refleksi.

Laporan: Mustakim Ali _ Jayapura

Bagi mereka, pijatan tersebut bukan sekadar layanan tambahan. Setelah berhari-hari menjalani kehidupan di pengungsian, mengangkat barang, membantu aktivitas posko, hingga harus beradaptasi dengan waktu istirahat yang terbatas, tubuh pun membutuhkan jeda.

   Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua memberikan layanan pijat kepada warga terdampak kebakaran dengan menugaskan beberapa tukang pijat profesional. Pelayanan ini menjadi salah satu bentuk dukungan yang berbeda dari bantuan yang umumnya diberikan dalam situasi bencana.

  Menurut salah satu tukang pijat refleksi, Ibrahim, memberikan pijat kepada warga di Posko pengungsian bukanlah sesuatu yang asing.

  Pria yang tinggal di kawasan belakang Hamadi Laut itu telah lama menekuni pekerjaan tersebut. Pengalamannya bahkan membawanya hingga ke Jakarta dan melayani sejumlah orang di lingkungan Mabes Polri.

   “Saya dipanggil oleh Ketua Baznas, Ahmad Zainuri. Beliau kenal saya. Saya pernah pijat di Mabes Jakarta, termasuk Pak Wakapolri yang sekarang, Pak Budi,” kata Ibrahim.

  Ibrahim mengisahkan, dirinya pernah diminta membantu ketika Wakapolri saat ini mengalami masalah pada lutut sebelum dilantik. Saat itu, ia mendapat rujukan.

Namun bagi Ibrahim, pengalaman tersebut tidak membuat dirinya menggunakan istilah-istilah rumit untuk menjelaskan pekerjaannya.

   Baginya, yang terpenting adalah membantu orang yang merasa lelah atau mengalami ketegangan pada tubuh. Karena itu, kondisi para korban kebakaran menjadi perhatian Ibrahim dan rekan-rekannya.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|