Wali Kota Soroti Bantuan Pangan dan Penahanan Ijazah

11 hours ago 11

JAYAPURA-Sebanyak 20 warga menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam ruang publik “Torang Tanya, Wali Kota Jawab” yang digelar di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/9). Berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari bantuan pangan, beasiswa, bantuan rehabilitasi rumah, hingga persoalan ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah.

   Menanggapi persoalan bantuan pangan, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengingatkan para lurah dan kepala kampung agar penyaluran bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

   Menurutnya, masih ditemukan bantuan pangan yang diberikan kepada warga yang dinilai mampu, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum mendapat bantuan.

   “Saya harap lurah-lurah dan kepala kampung, kalau membagikan bantuan, betul-betul kepada orang yang tidak mampu. Apalagi RT/RW harus mendata dengan baik, supaya mereka yang tidak mampu itu yang mendapatkan,” tegas Abisai.

  Ia menekankan, bantuan pangan yang disalurkan melalui program pemerintah ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, proses pendataan di tingkat RT/RW hingga kelurahan dan kampung harus dilakukan secara tepat agar tidak terjadi salah sasaran.

  Selain persoalan pangan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait beasiswa, proposal bantuan, serta rehabilitasi rumah. Abisai menjelaskan, pemerintah tetap berupaya memproses berbagai proposal yang telah masuk. Namun, kondisi keuangan pemerintah saat ini membuat tidak seluruh permintaan dapat direalisasikan sekaligus.

  “Keadaan Indonesia tidak baik-baik saja. Sampai keadaan Kota Jayapura juga sama. Proposal-proposal yang sudah diberikan semuanya kita proses. Kalau kegiatan pemerintah sudah membaik, namanya pemerintah pasti membantu. Soal besar kecilnya bantuan itu bervariasi, yang penting kita membantu,” ujarnya.

   Dalam forum tersebut, Wali Kota juga menyoroti persoalan keselamatan warga terkait kondisi rumah yang berada di sekitar aktivitas penggalian batu. Ia meminta aktivitas tersebut dihentikan apabila berpotensi membahayakan rumah maupun keselamatan masyarakat.

   Persoalan lain yang turut mencuat dalam “Torang Tanya, Wali Kota Jawab” adalah penahanan ijazah siswa.  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura telah membantu mengembalikan ijazah siswa dari sekolah negeri yang tertahan sejak sebelum dirinya bersama Wakil Wali Kota menjabat.

JAYAPURA-Sebanyak 20 warga menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam ruang publik “Torang Tanya, Wali Kota Jawab” yang digelar di Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (7/9). Berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari bantuan pangan, beasiswa, bantuan rehabilitasi rumah, hingga persoalan ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah.

   Menanggapi persoalan bantuan pangan, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengingatkan para lurah dan kepala kampung agar penyaluran bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

   Menurutnya, masih ditemukan bantuan pangan yang diberikan kepada warga yang dinilai mampu, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum mendapat bantuan.

   “Saya harap lurah-lurah dan kepala kampung, kalau membagikan bantuan, betul-betul kepada orang yang tidak mampu. Apalagi RT/RW harus mendata dengan baik, supaya mereka yang tidak mampu itu yang mendapatkan,” tegas Abisai.

  Ia menekankan, bantuan pangan yang disalurkan melalui program pemerintah ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, proses pendataan di tingkat RT/RW hingga kelurahan dan kampung harus dilakukan secara tepat agar tidak terjadi salah sasaran.

  Selain persoalan pangan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait beasiswa, proposal bantuan, serta rehabilitasi rumah. Abisai menjelaskan, pemerintah tetap berupaya memproses berbagai proposal yang telah masuk. Namun, kondisi keuangan pemerintah saat ini membuat tidak seluruh permintaan dapat direalisasikan sekaligus.

  “Keadaan Indonesia tidak baik-baik saja. Sampai keadaan Kota Jayapura juga sama. Proposal-proposal yang sudah diberikan semuanya kita proses. Kalau kegiatan pemerintah sudah membaik, namanya pemerintah pasti membantu. Soal besar kecilnya bantuan itu bervariasi, yang penting kita membantu,” ujarnya.

   Dalam forum tersebut, Wali Kota juga menyoroti persoalan keselamatan warga terkait kondisi rumah yang berada di sekitar aktivitas penggalian batu. Ia meminta aktivitas tersebut dihentikan apabila berpotensi membahayakan rumah maupun keselamatan masyarakat.

   Persoalan lain yang turut mencuat dalam “Torang Tanya, Wali Kota Jawab” adalah penahanan ijazah siswa.  Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura telah membantu mengembalikan ijazah siswa dari sekolah negeri yang tertahan sejak sebelum dirinya bersama Wakil Wali Kota menjabat.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|