Catut Nama Jokowi: Ribuan Emak di Soloraya Ngaku Ditipu, Dijanjikan Jadi Mitra Makan Bergizi Gratis

1 month ago 19
Perwakilan korban membuat laporan di Mapolresta Surakarta. Ando

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ribuan ibu rumah tangga di Soloraya diduga kena tipu oleh Yayasan Barisan Nasional (Barnas) yang menjanjikan menjadi mitra program makan bergizi gratis.

Hal ini terungkap usai perwakilan korban mendatangi Mako Polresta Solo untuk membuat laporan, Selasa, (29/07)

Harjoko selaku perwakilan korban menceritakan bahwa pada awalnya, dirinya bersama-sama dengan mitra yang lain. Memenuhi undangan dari mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo, Paulus untuk berkumpul di Dawung Wetan.

“Kemudian disana diperkenalkan oleh seseorang yang mengakunya Ketum Yayasan Barnas bergerak di bidang sosial. Mereka menyatakan bahwa tidak berafiliasi dengan partai manapun dan bukan salah satu partai. Sehingga kami tertarik atas penawaran tersebut,” ungkap Harjoko.

Dilanjutkan, Harjoko disana calon mitra ditawarkan untuk membuat masakan anak-anak sekolah dari PAUD sampai lansia sebanyak masing masing mitra 200 pack.

Kemudian dari masing masing pack dihargai Rp 12.000. Dari harga Rp 12.000 tersebut. Rp 10.000 di buatkan menu masakan tanpa susu. Hanya lauk pauk, nasi, dan juga buah. Alat-alat untuk memasak juga sudah disiapkan dari Yayasan Barnas.

“Sehingga kami sangat antusias untuk menjadi calon mitra. Lalu salah satu persyaratan calon mitra adalah mengumpulkan KTP, KK, dan mengirimkan biaya registrasi pendaftaran. Sekitar Rp 175.000 masing-masing peserta,” terangnya.

Dimana dengan rincian Rp 25.000 untuk administrasi dan Rp 150.000 untuk uang jaminan. Supaya ada keterikatan pekerjaan antara calon mitra dengan Yayasan Barnas (tidak keluar-masuk).

“Akan tetapi dari 31 Januari sampai dengan yang dijanjikan menjelang puasa akan ada uji coba. Ternyata batal kemudian mundur lagi setelah lebaran dengan ancer-ancer sebelum liburan sekolah. Ternyata tidak ada realisasi apapun,” ujar Harjoko.

Kemudian di kirimkan suatu surat pengumuman secara menyeluruh. Bahwa pada tanggal 22 Juli dan 23 Juli akan dilaksanakan uji coba dan tanggal 28 akan dilaksanakan secara menyeluruh.

“Akan tetapi lagi-lagi kita zonk. Tau-tau ada informasi bahwa pelaksanaan program bisa dilaksanakan setelah ada MoU dari pihak Yayasan Barnas pada mitra. Namun MoU ini tidak serta merta semuanya dibagikan. Dipilah ada yang sudah, ada yang belum,” sambungnya.

Draf MoU diakui Harjoko sudah didapatkan dan dipelajari. Namun Harjoko menemukan kejanggalan tidak dimunculkannya tanggal pelaksanaan. Dengan alasan rahasia yayasan yang tidak perlu dimunculkan.

Tidak hanya cukup sampai disitu, Harjoko mengaku merasa sangat resah. Karena mendapatkan informasi dari website Yayasan Barisan Nasional tersebut. Ada nama Presiden RI ke 7 yang dicatut sebagai Penasehat Umum.

“Ada nama foundernya yang disebut Wiranto. Kemudian ada Erik Tohir foundation katanya CSR dari situ. Saya juga sangat resah karena penasehat umumnya Presiden RI ke 7, Joko Widodo. Tapi di webnya sekarang sudah hilang. Ini ada ribuan korban,” pungkasnya. Ando

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|