Cek Langsung MBG untuk Ibu Hamil dan Balita di Dairi, Menteri Wihaji Perkuat Perang Lawan Stunting

16 hours ago 7

DAIRI – Komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting terus diperkuat hingga ke daerah. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, turun langsung ke Kabupaten Dairi untuk bertemu ribuan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sekaligus memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran prioritas berjalan optimal.

Kunjungan kerja yang dipusatkan di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Kamis (4/6), disambut Bupati Dairi Vickner Sinaga, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, unsur Forkopimda, serta dihadiri anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Sekitar 1.000 kader TPK dari Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat turut mengikuti kegiatan tersebut.

Menteri Wihaji mengatakan, kunjungannya ke Sumatera Utara bertujuan memperkuat peran kader pendamping keluarga sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Saya datang untuk memberikan penjelasan sekaligus mengecek langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Berdasarkan Peraturan Presiden, kementerian kami ditugaskan mendistribusikan MBG untuk kelompok 3B ini,” ujar Wihaji.

Menurutnya, kader TPK menjadi ujung tombak pemerintah dalam memastikan program tersebut tepat sasaran. Karena itu, pihaknya sengaja mengumpulkan para kader untuk mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Wihaji menegaskan, distribusi MBG bagi kelompok rentan tersebut merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.

“Secara nasional angka stunting masih berada di kisaran 19 persen. Kita berharap melalui program prioritas Presiden ini, angka tersebut bisa terus ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wihaji juga memberikan edukasi secara interaktif kepada para kader TPK dan Posyandu terkait penyebab stunting, pola pendampingan keluarga, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan.

Sementara itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga menyambut baik kunjungan Menteri Wihaji yang dinilai menjadi suntikan semangat baru bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting.

Menurut Vickner, persoalan kependudukan dan stunting merupakan agenda prioritas yang sejalan dengan program pemerintah pusat dalam membangun sumber daya manusia unggul. “Pemkab Dairi memiliki semangat yang sama dengan pemerintah pusat untuk menekan angka stunting. Ini bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Vickner juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus diperluas di Kabupaten Dairi. Hingga kini, sebanyak 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibangun untuk mendukung distribusi MBG kepada masyarakat, termasuk kelompok 3B. “Dari pantauan kami di lapangan, masyarakat sangat membutuhkan program MBG. Karena itu kami siap mendukung penuh pelaksanaannya,” katanya.

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung menambahkan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memiliki peran strategis karena tidak hanya mengurusi persoalan kependudukan dan keluarga berencana, tetapi juga berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kemajuan sebuah negara tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga kualitas manusianya. “Karena itu pemerintah daerah harus terus berkoordinasi dan mendukung program-program kementerian ini. Kualitas manusia menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan bangsa,” ujar Ahmad Doli.

Ia juga mengungkapkan bahwa DPR RI saat ini sedang memperjuangkan revisi Undang-Undang Kependudukan dan Keluarga Berencana guna memperkuat berbagai program pembangunan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. (rud/ila)

DAIRI – Komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting terus diperkuat hingga ke daerah. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, turun langsung ke Kabupaten Dairi untuk bertemu ribuan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sekaligus memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran prioritas berjalan optimal.

Kunjungan kerja yang dipusatkan di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Kamis (4/6), disambut Bupati Dairi Vickner Sinaga, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, unsur Forkopimda, serta dihadiri anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Sekitar 1.000 kader TPK dari Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat turut mengikuti kegiatan tersebut.

Menteri Wihaji mengatakan, kunjungannya ke Sumatera Utara bertujuan memperkuat peran kader pendamping keluarga sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Saya datang untuk memberikan penjelasan sekaligus mengecek langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Berdasarkan Peraturan Presiden, kementerian kami ditugaskan mendistribusikan MBG untuk kelompok 3B ini,” ujar Wihaji.

Menurutnya, kader TPK menjadi ujung tombak pemerintah dalam memastikan program tersebut tepat sasaran. Karena itu, pihaknya sengaja mengumpulkan para kader untuk mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Wihaji menegaskan, distribusi MBG bagi kelompok rentan tersebut merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam menekan angka stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.

“Secara nasional angka stunting masih berada di kisaran 19 persen. Kita berharap melalui program prioritas Presiden ini, angka tersebut bisa terus ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wihaji juga memberikan edukasi secara interaktif kepada para kader TPK dan Posyandu terkait penyebab stunting, pola pendampingan keluarga, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan.

Sementara itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga menyambut baik kunjungan Menteri Wihaji yang dinilai menjadi suntikan semangat baru bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting.

Menurut Vickner, persoalan kependudukan dan stunting merupakan agenda prioritas yang sejalan dengan program pemerintah pusat dalam membangun sumber daya manusia unggul. “Pemkab Dairi memiliki semangat yang sama dengan pemerintah pusat untuk menekan angka stunting. Ini bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Vickner juga menegaskan dukungan penuh terhadap program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus diperluas di Kabupaten Dairi. Hingga kini, sebanyak 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibangun untuk mendukung distribusi MBG kepada masyarakat, termasuk kelompok 3B. “Dari pantauan kami di lapangan, masyarakat sangat membutuhkan program MBG. Karena itu kami siap mendukung penuh pelaksanaannya,” katanya.

Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung menambahkan bahwa Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memiliki peran strategis karena tidak hanya mengurusi persoalan kependudukan dan keluarga berencana, tetapi juga berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kemajuan sebuah negara tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga kualitas manusianya. “Karena itu pemerintah daerah harus terus berkoordinasi dan mendukung program-program kementerian ini. Kualitas manusia menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan bangsa,” ujar Ahmad Doli.

Ia juga mengungkapkan bahwa DPR RI saat ini sedang memperjuangkan revisi Undang-Undang Kependudukan dan Keluarga Berencana guna memperkuat berbagai program pembangunan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. (rud/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|