Dana Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera Tersendat, dari Total Rp 5,03 T, Baru Tersalurkan Rp 94,84 M

9 hours ago 4
PendidikanFoto ilustrasi. Mendikdasmen Abdul Mu'ti ketika menerima kunjungan DPP LDII di ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025). | Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekalipun Presiden Prabowo pernah menyatakan pemerintah mampu menangani dampak bencana alam Sumatera dan Aceh, namun faktanya dana pemulihan layanan pendidikan di sana masih tersendat.

Upaya tersebut di sana masih menghadapi kendala besar dari sisi pendanaan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengakui, kebutuhan anggaran untuk pemulihan sektor pendidikan belum sepenuhnya terpenuhi dan masih menyisakan selisih yang cukup signifikan.

Menurutnya,  total kebutuhan dana pemulihan pendidikan pascabencana di Sumatra mencapai Rp 5,03 triliun. Namun hingga akhir tahun 2025, anggaran yang berhasil disalurkan kementeriannya masih jauh dari jumlah tersebut.

“Dari total kebutuhan tersebut, kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 94,84 miliar rupiah pada akhir tahun 2025 sehingga masih terdapat kekurangan anggaran di luar yang telah disalurkan sebesar Rp 4,94 T,” kata Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (21/1).

Mu’ti menjelaskan, anggaran tersebut dirancang untuk menjamin keberlangsungan layanan pendidikan selama masa pemulihan, sekaligus membiayai penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, dana juga dibutuhkan untuk pemberian tunjangan khusus bagi guru terdampak serta kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi satuan pendidikan.

“Dalam rangka penanganan bencana sumatra, kemendikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp 5,03 triliun,” ujarnya.

Meski keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan, Mu’ti menyebut kementeriannya telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan ke daerah terdampak bencana. Bantuan tersebut mencakup distribusi sekitar 27.000 paket school kit bagi peserta didik, penyediaan 168 unit tenda pembelajaran darurat, serta pembangunan 147 unit ruang kelas darurat.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan dana operasional pendidikan darurat bagi 1.339 satuan pendidikan, memberikan tunjangan bagi 16.467 guru terdampak bencana, serta menghadirkan layanan dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan.

Untuk menunjang proses belajar-mengajar, Kemendikdasmen juga mendistribusikan 147.670 buku agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan di tengah kondisi darurat.

Mu’ti menambahkan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang dilengkapi dengan petunjuk teknis sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan terdampak bencana.

“Kebijakan ini menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2025-2026 yang dimulai pada 5 Januari 2026 dengan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lapangan,” katanya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|