JAKARTA– Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai memiliki potensi pasar yang sangat besar. Itu terlihat dari jumlah sepeda motor di Indonesia yang mencapai sekitar 140 juta unit, sedangkan penjualan motor listrik saat ini baru sekitar 60.000 hingga 70.000 unit per tahun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menyebut, kondisi tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan pasar motor listrik masih sangat besar. ”Potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial. Kami melihat juga market size-nya kurang lebih sampai USD 170 miliar (sekitar Rp 3,04 triliun, Red.),” kata Rosan dalam sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian program Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kemarin (13/8).
Pengembangan motor listrik nasional, ujar Prabowo, juga berkaitan dengan upaya Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendorong peralihan menuju sumber energi yang lebih bersih. ”Dampaknya, biaya yang selama ini dikeluarkan masyarakat untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) konvensional juga bisa ditekan,” kata Prabowo dalam sambutan peresmian.
Molinas merupakan kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, serta pengusaha dan perusahaan nasional. Rosan menambahkan, Indonesia memiliki bahan baku dan kemampuan teknologi yang dapat mendukung pengembangan program tersebut.
Salah satu yang didorong adalah penggunaan baterai berbasis nikel. “Karena kita ketahui bersama, 46 persen cadangan nikel di dunia itu ada di Indonesia,” jelasnya.
Dia menargetkan Molinas tidak hanya mampu bersaing di pasar dalam negeri, tetapi juga berkembang di pasar regional dan global. Untuk mendorong penyerapan, Danantara juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui perbankan dan institusi finansial di bawah ekosistemnya.
Rosan mengatakan, pembiayaan akan diarahkan dengan bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang. Selain bunga dan tenor, Danantara juga akan mengupayakan pengurangan atau bahkan penghilangan uang muka pembelian motor listrik. Tujuannya agar minat beli masyarakat semakin tinggi.
Sambut Positif
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Desmolindo (Association of Indonesian Bicycle and Electric Motorcycle Dealers) Sarifudin menyambut baik inisiatif pemerintah. Menurutnya, langkah strategis ini adalah tonggak sejarah yang krusial untuk memperkuat kemandirian industri otomotif serta mewujudkan ketahanan energi nasional.
Pihaknya melihat peluncuran Molinas bukan sebatas pada peluncuran produk fisik, melainkan pembangunan rantai pasok industri otomotif yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Namun, untuk memastikan percepatan penyerapan Molinas di pasar, dia menyoroti dua aspek penting yang perlu dieksekusi secara beriringan. ”Pertama soal infrastruktur pengisian daya khusus motor. Keberhasilan ekosistem ini sangat bergantung pada rasio ketersediaan stasiun pengisian daya dan fasilitas penukaran baterai (battery swap),” jelasnya.
Untuk itu, Desmolindo mendorong percepatan pembangunan infrastruktur SPKLU yang tata letak dan peruntukannya didedikasikan hanya untuk motor. Itu agar aksesibilitas masyarakat menjadi lebih cepat, efisien, dan ekosistem operasional tidak tumpang tindih.
Faktor kedua adalah dukungan skema pembiayaan alternatif. Dia berharap Badan Pengelola Investasi Danantara benar-benar memenuhi komitmen untuk penurunan suku bunga, perpanjangan tenor, dan penghapusan batas uang muka untuk pembelian motor listrik.
“Sebagai bentuk sinergi dari jaringan dealer, Desmolindo siap mengamplifikasi kebijakan tersebut dengan menghadirkan skema bisnis inovatif seperti rent-to-own (sewa-milik) atau skema penyewaan harian. Fleksibilitas skema ini akan membuka pintu adopsi yang masif bagi sektor komersial, pekerja mobilitas tinggi, dan armada ojek online tanpa membebani arus kas di awal,’’ jelasnya. (bry/bil/ttg/jpg)
JAKARTA– Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai memiliki potensi pasar yang sangat besar. Itu terlihat dari jumlah sepeda motor di Indonesia yang mencapai sekitar 140 juta unit, sedangkan penjualan motor listrik saat ini baru sekitar 60.000 hingga 70.000 unit per tahun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menyebut, kondisi tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan pasar motor listrik masih sangat besar. ”Potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial. Kami melihat juga market size-nya kurang lebih sampai USD 170 miliar (sekitar Rp 3,04 triliun, Red.),” kata Rosan dalam sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian program Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kemarin (13/8).
Pengembangan motor listrik nasional, ujar Prabowo, juga berkaitan dengan upaya Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendorong peralihan menuju sumber energi yang lebih bersih. ”Dampaknya, biaya yang selama ini dikeluarkan masyarakat untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) konvensional juga bisa ditekan,” kata Prabowo dalam sambutan peresmian.
Molinas merupakan kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, serta pengusaha dan perusahaan nasional. Rosan menambahkan, Indonesia memiliki bahan baku dan kemampuan teknologi yang dapat mendukung pengembangan program tersebut.
Salah satu yang didorong adalah penggunaan baterai berbasis nikel. “Karena kita ketahui bersama, 46 persen cadangan nikel di dunia itu ada di Indonesia,” jelasnya.
Dia menargetkan Molinas tidak hanya mampu bersaing di pasar dalam negeri, tetapi juga berkembang di pasar regional dan global. Untuk mendorong penyerapan, Danantara juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui perbankan dan institusi finansial di bawah ekosistemnya.
Rosan mengatakan, pembiayaan akan diarahkan dengan bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang. Selain bunga dan tenor, Danantara juga akan mengupayakan pengurangan atau bahkan penghilangan uang muka pembelian motor listrik. Tujuannya agar minat beli masyarakat semakin tinggi.
Sambut Positif
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Desmolindo (Association of Indonesian Bicycle and Electric Motorcycle Dealers) Sarifudin menyambut baik inisiatif pemerintah. Menurutnya, langkah strategis ini adalah tonggak sejarah yang krusial untuk memperkuat kemandirian industri otomotif serta mewujudkan ketahanan energi nasional.
Pihaknya melihat peluncuran Molinas bukan sebatas pada peluncuran produk fisik, melainkan pembangunan rantai pasok industri otomotif yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Namun, untuk memastikan percepatan penyerapan Molinas di pasar, dia menyoroti dua aspek penting yang perlu dieksekusi secara beriringan. ”Pertama soal infrastruktur pengisian daya khusus motor. Keberhasilan ekosistem ini sangat bergantung pada rasio ketersediaan stasiun pengisian daya dan fasilitas penukaran baterai (battery swap),” jelasnya.
Untuk itu, Desmolindo mendorong percepatan pembangunan infrastruktur SPKLU yang tata letak dan peruntukannya didedikasikan hanya untuk motor. Itu agar aksesibilitas masyarakat menjadi lebih cepat, efisien, dan ekosistem operasional tidak tumpang tindih.
Faktor kedua adalah dukungan skema pembiayaan alternatif. Dia berharap Badan Pengelola Investasi Danantara benar-benar memenuhi komitmen untuk penurunan suku bunga, perpanjangan tenor, dan penghapusan batas uang muka untuk pembelian motor listrik.
“Sebagai bentuk sinergi dari jaringan dealer, Desmolindo siap mengamplifikasi kebijakan tersebut dengan menghadirkan skema bisnis inovatif seperti rent-to-own (sewa-milik) atau skema penyewaan harian. Fleksibilitas skema ini akan membuka pintu adopsi yang masif bagi sektor komersial, pekerja mobilitas tinggi, dan armada ojek online tanpa membebani arus kas di awal,’’ jelasnya. (bry/bil/ttg/jpg)

12 hours ago
8

















































