Kesal Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blokir Akses Binjai-Langkat

15 hours ago 13

STABAT – Kekesalan warga terhadap kondisi jalan rusak akhirnya memuncak. Seratusan masyarakat memblokir Jalan Perintis Kemerdekaan di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Kamis (13/8/2026). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan alternatif yang menghubungkan Kota Binjai dengan Stabat dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pemblokiran yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Antrean panjang kendaraan, terutama truk, mengular di kedua arah sebelum akhirnya personel Polres Binjai yang dipimpin Kabag Ops Kompol Henry Tobing turun ke lokasi untuk melakukan mediasi.

Setelah dilakukan pendekatan persuasif, massa membubarkan diri dan arus kendaraan kembali normal. Namun, warga menegaskan aksi tersebut merupakan luapan kekecewaan karena kerusakan jalan yang tak kunjung mendapat penanganan serius.

Camat Binjai, Andi Siregar, membenarkan aksi tersebut dipicu keresahan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang semakin memprihatinkan.

Menurutnya, pemerintah kecamatan telah memberikan penjelasan kepada warga bahwa proses perbaikan jalan harus melalui tahapan administrasi, termasuk mekanisme tender yang saat ini sedang berjalan.

“Dari pihak kecamatan tadi memberikan pemahaman dan pengertian, bahwasanya dalam hal perbaikan jalan ada proses tender dan segala macam. Jadi tadi kami sampaikan bahwa tahun ini sudah dianggarkan oleh Pemkab,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan telah terjadi sekitar enam bulan terakhir. Awalnya hanya berupa lubang kecil, namun seiring waktu semakin melebar hingga membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

Sebagai langkah sementara, pihak kecamatan sempat melakukan penimbunan menggunakan material sirtu. Namun, upaya itu justru menimbulkan persoalan baru berupa debu yang mengganggu aktivitas masyarakat.

“Untuk menutupi lubang itu kami sudah melakukan penimbunan sirtu, tetapi menimbulkan debu. Jadi timbul problematika di Kecamatan Binjai,” katanya.

Pemerintah kecamatan juga melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi debu. Meski sempat terkendala pasokan bahan bakar, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup akan kembali dilakukan agar penyiraman dapat dilanjutkan.

Usai aksi, warga bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar dialog di Kantor Desa Sambirejo. Pertemuan itu bertujuan mencari solusi dan menyepakati langkah tindak lanjut agar perbaikan jalan segera direalisasikan.

Aksi pemblokiran tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, protes serupa juga dilakukan warga pada Mei 2026 karena jalan yang sama tak kunjung diperbaiki.

Menanggapi tuntutan masyarakat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat, Arie Ramadhany, memastikan proyek perbaikan jalan akan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.”Bulan Oktober 2026 dikerjakan,” tegas Arie.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih menyelesaikan proses lelang proyek perbaikan Jalan Kwala Madu di Desa Sambirejo sebagai tahapan sebelum pekerjaan fisik dimulai. “Ini masih proses lelang,” pungkasnya.

Janji tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan harus berjibaku dengan jalan berlubang, debu, dan risiko kecelakaan setiap kali melintasi jalur alternatif penghubung Binjai-Langkat itu. (ted/ila)

STABAT – Kekesalan warga terhadap kondisi jalan rusak akhirnya memuncak. Seratusan masyarakat memblokir Jalan Perintis Kemerdekaan di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Kamis (13/8/2026). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan alternatif yang menghubungkan Kota Binjai dengan Stabat dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pemblokiran yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Antrean panjang kendaraan, terutama truk, mengular di kedua arah sebelum akhirnya personel Polres Binjai yang dipimpin Kabag Ops Kompol Henry Tobing turun ke lokasi untuk melakukan mediasi.

Setelah dilakukan pendekatan persuasif, massa membubarkan diri dan arus kendaraan kembali normal. Namun, warga menegaskan aksi tersebut merupakan luapan kekecewaan karena kerusakan jalan yang tak kunjung mendapat penanganan serius.

Camat Binjai, Andi Siregar, membenarkan aksi tersebut dipicu keresahan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang semakin memprihatinkan.

Menurutnya, pemerintah kecamatan telah memberikan penjelasan kepada warga bahwa proses perbaikan jalan harus melalui tahapan administrasi, termasuk mekanisme tender yang saat ini sedang berjalan.

“Dari pihak kecamatan tadi memberikan pemahaman dan pengertian, bahwasanya dalam hal perbaikan jalan ada proses tender dan segala macam. Jadi tadi kami sampaikan bahwa tahun ini sudah dianggarkan oleh Pemkab,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan telah terjadi sekitar enam bulan terakhir. Awalnya hanya berupa lubang kecil, namun seiring waktu semakin melebar hingga membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

Sebagai langkah sementara, pihak kecamatan sempat melakukan penimbunan menggunakan material sirtu. Namun, upaya itu justru menimbulkan persoalan baru berupa debu yang mengganggu aktivitas masyarakat.

“Untuk menutupi lubang itu kami sudah melakukan penimbunan sirtu, tetapi menimbulkan debu. Jadi timbul problematika di Kecamatan Binjai,” katanya.

Pemerintah kecamatan juga melakukan penyiraman jalan untuk mengurangi debu. Meski sempat terkendala pasokan bahan bakar, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup akan kembali dilakukan agar penyiraman dapat dilanjutkan.

Usai aksi, warga bersama perwakilan Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar dialog di Kantor Desa Sambirejo. Pertemuan itu bertujuan mencari solusi dan menyepakati langkah tindak lanjut agar perbaikan jalan segera direalisasikan.

Aksi pemblokiran tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, protes serupa juga dilakukan warga pada Mei 2026 karena jalan yang sama tak kunjung diperbaiki.

Menanggapi tuntutan masyarakat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat, Arie Ramadhany, memastikan proyek perbaikan jalan akan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.”Bulan Oktober 2026 dikerjakan,” tegas Arie.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih menyelesaikan proses lelang proyek perbaikan Jalan Kwala Madu di Desa Sambirejo sebagai tahapan sebelum pekerjaan fisik dimulai. “Ini masih proses lelang,” pungkasnya.

Janji tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan harus berjibaku dengan jalan berlubang, debu, dan risiko kecelakaan setiap kali melintasi jalur alternatif penghubung Binjai-Langkat itu. (ted/ila)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|