JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia terus memantapkan langkah strategis dalam pengelolaan aset negara. Dalam dua pertemuan terpisah bersama Komisi VI dan Komisi XI DPR RI yang berlangsung pada Rabu (23/7/2025), Danantara memaparkan rencana restrukturisasi dan konsolidasi sejumlah sektor strategis BUMN, serta mendalami isu sensitif yang mengharuskan pembahasan dilakukan secara tertutup.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa dalam enam bulan ke depan pihaknya akan fokus menata ulang portofolio BUMN yang dianggap paling mendesak. Beberapa sektor yang akan direstrukturisasi meliputi penerbangan, proyek kereta cepat, manufaktur baja, dan asuransi. Program ini merupakan bagian dari 22 inisiatif yang disiapkan untuk mengoptimalkan kinerja holding operasional yang berada di bawah Danantara Asset Management (DAM).
“Langkah-langkah yang kami ambil menyasar isu fundamental yang selama ini menghambat efisiensi dan daya saing BUMN di sektor-sektor tersebut,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen.
Selain restrukturisasi, Danantara juga tengah memulai proses konsolidasi pada beberapa lini usaha BUMN. Sektor pupuk, rumah sakit, hotel, dan industri gula menjadi prioritas awal. Dony menyebut konsolidasi juga akan mencakup bisnis hilir minyak, asuransi, kawasan industri, dan manajemen aset.
“Program konsolidasi ini bertujuan menyederhanakan struktur usaha dan menghindari duplikasi fungsi antar entitas,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Danantara juga menyiapkan strategi pengembangan di delapan sektor potensial seperti pangan, koperasi, baterai, semen, perbankan syariah, telekomunikasi, dan industri galangan kapal. Fokus pengembangan ini dilengkapi dengan penguatan aspek tata kelola, termasuk pengelolaan SDM, sistem keuangan, mitigasi risiko, serta kepatuhan hukum.
Sementara itu, dalam rapat dengan Komisi XI DPR, pembahasan dilakukan secara tertutup. Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun menyampaikan bahwa kerahasiaan materi rapat perlu dijaga mengingat sensitivitas informasi yang dibahas. Strategi restrukturisasi dan alokasi investasi dinilai bisa berdampak langsung pada pergerakan pasar, termasuk harga saham dan aliran dana investor.
“Karena menyangkut potensi gangguan terhadap stabilitas pasar, kami memutuskan rapat ini digelar secara tertutup. Informasi yang dibahas bersifat privat dan tidak untuk konsumsi publik sebelum waktunya,” ujar Misbakhun saat membuka rapat.
Dalam kesempatan itu, menegaskan bahwa keberadaan lembaga ini ditujukan untuk mengintegrasikan seluruh aset BUMN agar lebih produktif dan bernilai tambah. Ia menyebut Danantara memiliki mandat untuk mengelola dividen dari holding operasional, yang nantinya akan digunakan untuk memperkuat holding investasi maupun pengembangan entitas BUMN lainnya.
“Tujuan akhir dari pembentukan Danantara adalah menjadikan aset negara sebagai kekuatan ekonomi global, bukan hanya sekadar beban keuangan,” kata Rosan.
Untuk menjamin akuntabilitas, Danantara didampingi oleh tiga komite pengawas independen: Komite Audit, Komite Etik, serta Komite Nominasi dan Remunerasi. Ketiganya berfungsi untuk memastikan seluruh proses pengambilan keputusan dalam Danantara berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Rangkaian program yang dijalankan Danantara dinilai sebagai upaya terstruktur untuk memperbaiki wajah BUMN ke depan, dengan pendekatan lebih profesional dan berorientasi jangka panjang. [*] Berbagai sumber
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.