Dari Toga Menuju Masa Depan: Tiga Hari Perjalanan Wisuda ke-76 Unpab 

7 hours ago 11

Tiga hari pelaksanaan wisuda lulusan pascasarjana, sarjana dan diploma periode ke-76 Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) pada 18-20 Agustus 2026 menjadi lebih dari sekadar rangkaian prosesi akademik. Dibalik toga yang dikenakan para lulusan, ijazah yang diserahkan dan kebanggaan keluarga yang hadir, tersimpan cerita tentang perjalanan pendidikan, pencapaian institusi, inovasi, hingga langkah Unpab menyiapkan generasi yang mampu menjawab perubahan zaman.

Mengusung tema “Merdeka dalam Inovasi, Unggul dalam Kontribusi”, wisuda ke-76 Unpab menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran pendidikan tinggi dalam melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik. Tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, berkolaborasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 1.815 lulusan dikukuhkan. Terdiri atas 426 lulusan pascasarjana, 1.366 lulusan sarjana dan 23 lulusan diploma. Ribuan perjalanan akademik tersebut bertemu dalam satu momentum yang sama: meninggalkan ruang-ruang pembelajaran di kampus untuk memasuki ruang pengabdian, dunia profesional, kewirausahaan dan kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.

Rangkaian wisuda tersebut dimulai pada 18 Agustus 2026. Sebanyak 567 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi pada hari pertama. Ditengah suasana haru dan kebanggaan, Unpab sekaligus memperlihatkan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan dengan meluncurkan program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Kehadiran program studi tersebut menjadi bagian dari langkah Unpab memperluas kontribusi di bidang pendidikan, khususnya dalam mempersiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi keilmuan, karakter, kemampuan beradaptasi dan semangat pengabdian. Pesan yang mengiringi hari pertama pun menjadi fondasi bagi keseluruhan rangkaian wisuda: bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu dalam kehidupan nyata.

Memasuki hari kedua, suasana wisuda semakin memperlihatkan besarnya perjalanan yang telah ditempuh Unpab bersama para mahasiswanya. Dari keseluruhan rangkaian wisuda ke-76, tercatat 1.815 lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Pada rangkaian hari kedua juga ditetapkan lulusan dengan capaian akademik terbaik berdasarkan ketentuan yudisium senat universitas.

Namun, cerita Wisuda ke-76 tidak berhenti pada keberhasilan para lulusan. Di tengah prosesi, Unpab turut memperlihatkan sejumlah perkembangan institusi selama tahun akademik 2025/2026. Universitas kini memiliki 32 program studi, dengan komposisi akreditasi yang terus diperkuat.

Unpab juga tercatat sebagai salah satu dari 226 perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh predikat akreditasi unggul berdasarkan penilaian BAN-PT tahun 2025.
Penguatan kualitas sumber daya manusia akademik, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, pengembangan riset dan publikasi serta capaian dalam bidang inovasi menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Di bidang pembelajaran, Unpab juga terus mendorong transformasi digital melalui pengembangan smart classroom dan implementasi Outcome-Based Education (OBE).

Semangat inovasi itu turut terlihat melalui pengenalan Maskot Si TAMA dan sistem penerimaan mahasiswa baru berbasis mobile My Unpab. Pengembangan Science Techno Park Al-Amin juga menjadi bagian dari upaya membangun ruang yang mempertemukan riset terapan, inovasi teknologi, kewirausahaan, akademisi, industri dan masyarakat.

Diantara deretan capaian tersebut, terdapat pula cerita personal yang memberikan makna berbeda. Salah satunya adalah perjalanan Suarika Diah Permata, wisudawati berkebutuhan khusus yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya. Tidak berhenti sampai disana, ia juga memperoleh kesempatan beasiswa 100 persen untuk melanjutkan pendidikan magister di Unpab.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang angka, gelar dan capaian akademik. Pendidikan juga berbicara tentang kesempatan, keberanian untuk menyelesaikan perjalanan dan kesempatan untuk terus melangkah lebih jauh.

Jika dua hari pertama banyak memperlihatkan perjalanan, pencapaian, dan manusia-manusia di baliknya, hari ketiga wisuda pada 20 Agustus 2026, membawa cerita wisuda ke-76 pada cakrawala yang lebih luas.

Pada hari terakhir rangkaian wisuda, Unpab meluncurkan program studi teknik industri sekaligus memperkenalkan Program Global Student Network. Kehadiran keduanya menunjukkan arah pengembangan Unpab yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia industri dan lingkungan pendidikan global.

Program Studi Teknik Industri Unpab menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Sementara Global Student Network diarahkan untuk memperkuat jejaring mahasiswa serta membuka ruang interaksi dan pengalaman dalam lingkungan pendidikan yang semakin terkoneksi secara internasional.

Langkah tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan deklarasi bersama antara Unpab dengan PT BASIC International Sumatera, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Konsul Jenderal Thailand.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran bahwa perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi perubahan. Kampus membutuhkan dunia usaha, dunia industri, pemerintah dan mitra internasional untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan masa depan.

Di titik itu, pesan wisuda ke-76 terasa semakin utuh. Para lulusan tidak hanya didorong untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pencipta lapangan kerja. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk mengikuti perubahan, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan perubahan.

Sebab, dunia yang akan mereka masuki telah berubah. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, transformasi industri, ekonomi kreatif dan perubahan sosial menuntut generasi baru untuk memiliki kemampuan yang lebih dari sekadar penguasaan teori.

Mereka membutuhkan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, berkolaborasi, berinovasi dan mengambil keputusan dengan tetap menjunjung nilai kemanusiaan.

Tiga hari wisuda ke-76 Unpab akhirnya menjadi sebuah rangkaian cerita yang saling terhubung. Hari pertama berbicara tentang lahirnya generasi unggul dan perluasan ruang pendidikan. Hari kedua memperlihatkan capaian institusi, inovasi, penguatan mutu, sekaligus kisah para lulusan yang berhasil melewati perjalanan akademiknya. Hari ketiga membawa Unpab melangkah lebih jauh melalui pengembangan keilmuan, jejaring mahasiswa serta kolaborasi dengan dunia usaha, industri, dan mitra internasional.

Semua bermuara pada satu pesan: pendidikan tidak boleh berhenti pada ruang kelas dan tidak selesai ketika ijazah diterima.
Wisuda adalah titik temu antara apa yang telah dipelajari dan apa yang akan dilakukan. Dari kampus, para lulusan membawa ilmu, pengalaman, nilai dan harapan untuk memasuki kehidupan yang lebih luas. Di tangan mereka, gelar akademik bukan sekadar tanda kelulusan, tetapi bekal untuk berkarya dan memberikan manfaat.

Bagi Unpab, perjalanan itu pun belum selesai. Setiap lulusan yang dilepas menjadi bagian dari wajah universitas di tengah masyarakat. Setiap inovasi yang dikembangkan menjadi upaya untuk menjawab kebutuhan zaman. Setiap kolaborasi yang dibangun menjadi jembatan untuk memperluas dampak pendidikan.

Karena itu, wisuda ke-76 bukan hanya tentang 1.815 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia adalah tentang ribuan cerita yang kini bergerak menuju babak baru, tentang sebuah generasi yang dipersiapkan untuk menghadapi masa depan dan tentang sebuah universitas yang terus berupaya memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi karya dan kontribusi.

Dari ruang wisuda, langkah itu dimulai.
Dengan semangat “Merdeka dalam Inovasi, Unggul dalam Kontribusi”, para lulusan Unpab dilepas untuk menghadapi dunia yang terus berubah-bukan sekadar sebagai penonton perubahan, melainkan sebagai generasi yang diharapkan mampu menciptakan peluang, menghadirkan solusi, dan memberi arti bagi masyarakat, bangsa serta dunia. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|