DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Institut Kesehatan Deli Husada Delitua menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk ‘Pencegahan Diare Melalui Pemberdayaan Kader dengan Pemanfaatan Daun Rimbang.’ Program ini berlangsung selama enam bulan dan melibatkan kelompok kader Rimbang Herbal Namo Tualang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mencegah penyakit diare melalui pemanfaatan tanaman herbal lokal, khususnya daun rimbang. Program diawali dengan sosialisasi tentang pemanfaatan daun rimbang serta pelatihan pembuatan teh dari daun tersebut sebagai alternatif pencegahan diare alami.
Tak hanya kegiatan edukatif, program ini juga dikemas secara menarik dengan menyelenggarakan berbagai hiburan seperti lucky draw, games, kuis, dan aktivitas interaktif lainnya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan antusiasme masyarakat dan menciptakan suasana yang lebih akrab antara tim PKM dan peserta.
Beragam topik dibahas dalam kegiatan sosialisasi, mulai dari penyebab diare, pengenalan tanaman rimbang, kandungan gizi dalam daun rimbang, manfaatnya untuk kesehatan saluran pencernaan, hingga cara pengolahan daun rimbang menjadi teh herbal yang aman dikonsumsi.
Menurut tim pelaksana, respon dari para kader sangat positif. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta-setidaknya delapan pertanyaan tercatat selama sesi diskusi berlangsung. Salah satu pertanyaan bahkan memicu penjelasan yang cukup mendalam dari tim, menunjukkan tingginya minat kader terhadap topik yang dibawakan.
“Kami melihat ini sebagai bentuk kepercayaan dari para kader kepada tim. Justru ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan edukasi yang tepat dan menyeluruh,” ujar perwakilan tim PKM.
Selama pelaksanaan program, tim pengabdian juga memperoleh banyak pengalaman dan wawasan baru, terutama dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara efektif. Harapannya, edukasi ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat, serta menurunkan risiko penyakit diare di kemudian hari.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.(rel/azw)
DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Institut Kesehatan Deli Husada Delitua menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk ‘Pencegahan Diare Melalui Pemberdayaan Kader dengan Pemanfaatan Daun Rimbang.’ Program ini berlangsung selama enam bulan dan melibatkan kelompok kader Rimbang Herbal Namo Tualang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mencegah penyakit diare melalui pemanfaatan tanaman herbal lokal, khususnya daun rimbang. Program diawali dengan sosialisasi tentang pemanfaatan daun rimbang serta pelatihan pembuatan teh dari daun tersebut sebagai alternatif pencegahan diare alami.
Tak hanya kegiatan edukatif, program ini juga dikemas secara menarik dengan menyelenggarakan berbagai hiburan seperti lucky draw, games, kuis, dan aktivitas interaktif lainnya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan antusiasme masyarakat dan menciptakan suasana yang lebih akrab antara tim PKM dan peserta.
Beragam topik dibahas dalam kegiatan sosialisasi, mulai dari penyebab diare, pengenalan tanaman rimbang, kandungan gizi dalam daun rimbang, manfaatnya untuk kesehatan saluran pencernaan, hingga cara pengolahan daun rimbang menjadi teh herbal yang aman dikonsumsi.
Menurut tim pelaksana, respon dari para kader sangat positif. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta-setidaknya delapan pertanyaan tercatat selama sesi diskusi berlangsung. Salah satu pertanyaan bahkan memicu penjelasan yang cukup mendalam dari tim, menunjukkan tingginya minat kader terhadap topik yang dibawakan.
“Kami melihat ini sebagai bentuk kepercayaan dari para kader kepada tim. Justru ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan edukasi yang tepat dan menyeluruh,” ujar perwakilan tim PKM.
Selama pelaksanaan program, tim pengabdian juga memperoleh banyak pengalaman dan wawasan baru, terutama dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara efektif. Harapannya, edukasi ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat, serta menurunkan risiko penyakit diare di kemudian hari.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.(rel/azw)