Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Sangat Penting untuk Cegah Komplikasi, Gejala Utama seperti Perdarahan, Pusing dan Anemia

10 hours ago 4

Dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Purwodadi Wilayah Kerja PKM Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

PKM ini untuk mengedukasi dan pemberdayaan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan. Kegiatan dilaksanakan pada 30 April 2026, dipimpin Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes selaku ketua tim bersama Yufdel SKep, Ns, MKes, Juliandi SKep, Ns, M.Kes dan mahasiswa jurusan keperawatan.

Demikian disampaikan Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (29/7). “Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang bahaya kehamilan dan memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan,” katanya.

Dalam pelaksanaan PKM, lanjut Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes, tim memberikan penyuluhan kesehatan mengenai tanda bahaya kehamilan. Hal ini agar komplikasi kehamilan yang membahayakan dirinya dan bayinya dapat dicegah sedini mungkin.

Pemberian materi dilakukan secara interaktif sehingga ibu hamil dapat memahami informasi kesehatan dengan lebih mudah dan menyenangkan. Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan hemoglobin (HB), tekanan darah dan berat badan guna mengetahui apakah ada tanda tanda bahaya kehamilan tersebut.

Pemeriksaan kadar HB sebagai langkah skrining anemia pada ibu hamil untuk mendeteksi secara dini kemungkinan anemia berat memicu risiko perdarahan hebat saat persalinan, bayi lahir prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Jika tekanan darah terlalu rendah (<90/60 mmHg) juga berbahaya karena mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke janin, menyebabkan ibu pusing atau pingsan. Jika pertambahan berat badan yang tidak sesuai (sangat kurang) berkaitan erat dengan risiko malnutrisi, anemia dan janin tidak berkembang atau BBLR.

Ketua Tim PKM Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes menyampaikan bahwa edukasi dan pemberdayaan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan sangat penting karena mencegah keterlambatan penanganan medis, menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu hamil lebih memahami pentingnya mengetahui bahaya kehamilan secara dini dan mendorong partisipasi aktif peserta. Sehingga mereka mampu mengenali gejala yang memerlukan penanganan segera dan memiliki keberanian mengambil keputusan untuk mengakses pelayanan kesehatan apabila muncul tanda bahaya selama kehamilan,” urainya.

Legimah selaku kader ibu hamil Desa Purwodadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program edukasi dan pemberdayaan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mendeteksi bahaya kehamilan sedini mungkin.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kontribusi dari tim dosen dan mahasiswa jurusan keperawatan. Kegiatan ini memberikan edukasi yang sangat baik bagi ibu hamil. Khususnya, mengenai pentingnya mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para ibu hamil. Mereka antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Mahasiswa jurusan keperawatan juga berperan aktif dalam membantu proses pemeriksaan, pendampingan peserta, dan edukasi kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan PKM dosen Dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan ini diharapkan para ibu hamil akan lebih sehat dan aktif. Kemudian mampu memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan sedini mungkin. (dmp)

Dosen dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Purwodadi Wilayah Kerja PKM Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

PKM ini untuk mengedukasi dan pemberdayaan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan. Kegiatan dilaksanakan pada 30 April 2026, dipimpin Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes selaku ketua tim bersama Yufdel SKep, Ns, MKes, Juliandi SKep, Ns, M.Kes dan mahasiswa jurusan keperawatan.

Demikian disampaikan Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (29/7). “Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang bahaya kehamilan dan memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan,” katanya.

Dalam pelaksanaan PKM, lanjut Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes, tim memberikan penyuluhan kesehatan mengenai tanda bahaya kehamilan. Hal ini agar komplikasi kehamilan yang membahayakan dirinya dan bayinya dapat dicegah sedini mungkin.

Pemberian materi dilakukan secara interaktif sehingga ibu hamil dapat memahami informasi kesehatan dengan lebih mudah dan menyenangkan. Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan hemoglobin (HB), tekanan darah dan berat badan guna mengetahui apakah ada tanda tanda bahaya kehamilan tersebut.

Pemeriksaan kadar HB sebagai langkah skrining anemia pada ibu hamil untuk mendeteksi secara dini kemungkinan anemia berat memicu risiko perdarahan hebat saat persalinan, bayi lahir prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Jika tekanan darah terlalu rendah (<90/60 mmHg) juga berbahaya karena mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke janin, menyebabkan ibu pusing atau pingsan. Jika pertambahan berat badan yang tidak sesuai (sangat kurang) berkaitan erat dengan risiko malnutrisi, anemia dan janin tidak berkembang atau BBLR.

Ketua Tim PKM Dina Indarsita, SST, S.Pd, M.Kes menyampaikan bahwa edukasi dan pemberdayaan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan sangat penting karena mencegah keterlambatan penanganan medis, menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu hamil lebih memahami pentingnya mengetahui bahaya kehamilan secara dini dan mendorong partisipasi aktif peserta. Sehingga mereka mampu mengenali gejala yang memerlukan penanganan segera dan memiliki keberanian mengambil keputusan untuk mengakses pelayanan kesehatan apabila muncul tanda bahaya selama kehamilan,” urainya.

Legimah selaku kader ibu hamil Desa Purwodadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program edukasi dan pemberdayaan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mendeteksi bahaya kehamilan sedini mungkin.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kontribusi dari tim dosen dan mahasiswa jurusan keperawatan. Kegiatan ini memberikan edukasi yang sangat baik bagi ibu hamil. Khususnya, mengenai pentingnya mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan,” tuturnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para ibu hamil. Mereka antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Mahasiswa jurusan keperawatan juga berperan aktif dalam membantu proses pemeriksaan, pendampingan peserta, dan edukasi kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan PKM dosen Dan mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Medan ini diharapkan para ibu hamil akan lebih sehat dan aktif. Kemudian mampu memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi bahaya kehamilan sedini mungkin. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|