WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa sangka, di balik tembok kokoh Lapas Kelas IIB Wonogiri, semangat perubahan dan masa depan cerah tengah dibangun. Para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini tak hanya menjalani masa hukuman, tapi juga menjemput harapan baru lewat pelatihan teknisi pengelasan, hasil sinergi strategis antara Lapas Wonogiri dan Balai Latihan Kerja (BLK) Wonogiri.
Pelatihan ini resmi dimulai awal pekan Agustus 2025, membekali 80 WBP terpilih dengan keterampilan teknis di bidang pengelasan logam. Mereka dilatih langsung oleh instruktur profesional dari BLK yang berpengalaman di dunia industri.
“Di balik tembok ini, kami ingin membangun masa depan. Melalui pelatihan pengelasan, WBP kami latih dengan keterampilan nyata yang bisa menjadi jalan hidup setelah bebas,” ujar Kepala Lapas Wonogiri, Siswarno, Rabu (6/8/2025).
Program ini tidak main-main. Selama 10 hari pelatihan intensif, para WBP dibimbing untuk menguasai:
✓ Teknik dasar pengelasan logam
✓ Pengoperasian alat las secara profesional
✓Prosedur keselamatan kerja standar industri
Seluruh pelatihan dilakukan dengan fasilitas lengkap dan pendekatan praktik langsung. Harapannya, para WBP bisa langsung terjun ke dunia kerja setelah bebas, khususnya di sektor informal, bengkel, dan industri kecil.
Tak Hanya Las, Ada Juga Pelatihan Menjahit Hingga Tata Boga
Pelatihan pengelasan ini adalah satu dari empat jenis pelatihan keterampilan yang diberikan oleh Lapas Wonogiri bersama BLK:
✓ Teknisi Pengelasan
✓ Menjahit
✓ Tata Boga
✓ Teknisi Sepeda Motor
Keempat bidang tersebut dipilih karena memiliki prospek tinggi dan bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha mandiri maupun bekerja di sektor industri.
Lapas dan BLK Wonogiri menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dan adaptif dengan kebutuhan zaman. Dengan pendekatan ini, para WBP tidak hanya memperoleh keahlian teknis, tapi juga kepercayaan diri, motivasi baru, dan kesiapan untuk hidup lebih baik pasca keluar dari lapas.
“Bukan hanya soal keterampilan, tapi membangun mindset. Agar mereka pulang bukan sebagai mantan narapidana, melainkan sebagai pribadi produktif,” pungkas Siswarno. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.