Diduga Keasyikan Bikin Konten di Pinggir Rel, Pemuda Sragen Tewas Tertemper KA Jayakarta di Kebakkramat

1 month ago 18
Ilustrasi mayat | pixabay

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah insiden tragis terjadi di Dusun Teken, Desa Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/7/2025) sore. Seorang pemuda bernama Miza Gani Maulana Firdaus (21), warga Dukuh Dalangan, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Sragen, meninggal dunia usai tertabrak kereta api saat diduga tengah merekam konten video di dekat rel.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.23 WIB, tepatnya di jalur hilir KM 246+8 ketika Kereta Api Jayakarta relasi Surabaya–Pasar Senen tengah melaju dari arah timur ke barat.

Kapolsek Kebakkramat, AKP Anggoro Wahyu, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban berada terlalu dekat dengan jalur rel saat kereta melintas, meski masinis telah membunyikan bel peringatan.

“Kereta sudah memberi tanda peringatan, namun korban tetap berada di jalur, sehingga terjadi temperan,” ungkap Anggoro kepada awak media, Sabtu malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa saat kejadian, korban tak sendirian. Ia ditemani seorang temannya yang juga berasal dari Kabupaten Sragen. Keduanya diduga sedang membuat video dengan latar kereta api sebagai bagian dari aktivitas konten kreatif.

Danang Kusmawardana, Kepala Sekretariat BPBD Karanganyar, menjelaskan bahwa dugaan kuat korban dan temannya sedang melakukan pengambilan video saat insiden terjadi.

“Menurut keterangan yang kami himpun, kejadian bermula dari korban dan temannya membuat konten di pinggir rel kereta api, diduga terlalu dekat, korban tertemper kereta api yang lewat,” terangnya.

Danang menambahkan, korban saat itu mengibarkan bendera saat kereta mendekat, sementara temannya merekam. Dugaan sementara, korban tidak menyadari kedekatan dengan lintasan hingga akhirnya tertabrak kereta.

“Korban membuat konten video mengibarkan bendera dekat rel kereta api sedangkan temannya merekam kejadian itu, hingga terjadi kejadian itu,” lanjutnya.

Usai kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR UNS dan dibawa ke RSUD Karanganyar. Supriyanto, salah satu relawan yang turut mengevakuasi korban, menyampaikan bahwa luka yang dialami cukup parah.

“Kondisi luka terbuka pada bagian belakang kepala korban, batok kepala belakang hilang,” jelas Supriyanto.

Selain luka di bagian kepala, korban juga mengalami patah tulang di sejumlah bagian tubuh, termasuk tulang selangka kiri, kaki kanan, lengan kiri, pergelangan kaki kiri, dan tulang rusuk bagian belakang. Korban diperkirakan terpental hingga lima meter dari titik tertemper.

Proses identifikasi selesai dilakukan pada malam harinya, dan sekitar pukul 21.30 WIB, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut,” ujar Kapolsek Anggoro menambahkan.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar jalur rel kereta api yang merupakan zona terlarang.

Kepolisian juga menegaskan pentingnya edukasi mengenai keselamatan di sekitar jalur kereta, menyusul masih banyaknya warga yang abai terhadap bahaya di area tersebut. [*]  Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|