Dim Dim Durian Wonogiri Tembus Omzet Rp4 Juta Perhari, Pelanggan Datang dari Luar Daerah, Durian Matang Pohon Diserbu Pembeli!

4 hours ago 7
DurianPelanggan menikmati sensasi the king of fruits di Dim Dim Durian Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Musim durian sejak Desember 2025 benar-benar menjadi momentum emas bagi pelaku usaha durian di Kabupaten Wonogiri. Lonjakan permintaan terjadi hampir setiap hari, terutama saat akhir pekan dan masa liburan. Kondisi ini dirasakan langsung oleh Kedai Dim Dim Durian yang berlokasi di Dusun Soco, Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, dengan omzet harian berkisar Rp1 juta hingga Rp4 juta.

Kedai milik Dimas Ade Kurniawan tersebut dikenal luas karena konsisten menjual durian matang pohon. Konsep ini menjadi magnet utama bagi pecinta durian yang mengutamakan rasa, aroma, dan tekstur buah. Setiap hari, sekitar 200 buah durian disiapkan untuk memenuhi permintaan pembeli yang datang silih berganti sejak pagi hingga malam.

Tidak hanya konsumen lokal Wonogiri, pelanggan juga berdatangan dari luar daerah seperti Kabupaten Sukoharjo hingga Ponorogo, Jawa Timur. Banyak di antaranya rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan durian dengan kualitas terjamin langsung dari sentra produksi.

“Setiap hari kami siapkan sekitar 200 buah durian siap jual. Saat akhir pekan atau libur, bisa habis lebih cepat,” ujar Dimas, Senin (19/1/2026).

Selain melayani pembelian eceran, Kedai Dim Dim Durian juga menjadi lokasi kulakan bagi pedagang durian dari berbagai wilayah. Pedagang dari Bondalem, Sedayu, Gunan, hingga kawasan Ngebel, Ponorogo, rutin mengambil stok dari Soco. Mereka menilai durian Slogohimo memiliki kualitas yang konsisten dan rasa yang bersaing dengan daerah penghasil durian populer lainnya.

Usaha durian yang dirintis Dimas sejak 2008 ini terus berkembang berkat strategi menjaga kualitas sejak hulu. Sejak 2017, ia menerapkan sistem “tebas”, yakni membeli durian dari petani sebelum masa panen. Dengan cara ini, proses panen dapat dikontrol agar buah dipetik alami saat benar-benar matang di pohon.

Pendekatan tersebut berdampak langsung pada kepuasan pelanggan. Rasa durian lebih legit, daging tebal, dan aroma kuat menjadi ciri khas durian Soco yang dijual di kedai tersebut. Tak heran jika banyak pelanggan datang kembali bahkan merekomendasikan ke relasi mereka.

Untuk pilihan produk, Kedai Dim Dim Durian menawarkan beragam varietas, mulai dari durian lokal khas Desa Soco hingga varietas unggulan seperti Bawor, Musang King, dan Montong. Harga dipatok cukup variatif, mulai Rp25 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan jenis. Tersedia pula paket hemat empat buah seharga Rp100 ribu, serta bonus satu buah pada pembelian tertentu.

Kepercayaan pelanggan dijaga melalui sistem garansi. Setiap durian yang dibuka dan dirasa tidak sesuai, langsung diganti tanpa banyak syarat.

“Kalau tidak enak, kami ganti. Kepuasan pembeli itu nomor satu,” tegas Dimas.

Melihat antusiasme pasar yang terus meningkat, Dimas optimistis potensi durian di wilayah Wonogiri Timur masih sangat besar. Ia berharap Desa Soco ke depan bisa dikenal sebagai Kampung Durian, dengan dukungan kondisi tanah yang subur dan pola panen yang tidak serempak sepanjang musim.

Jika potensi ini terus dikembangkan secara konsisten, komoditas durian diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat posisi Wonogiri sebagai salah satu sentra durian unggulan di Jawa Tengah. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|