Dirut Agrinas Pangan Mundur, Rocky Gerung Angkat Topi: Tahu Ada Masalah di Danantara

2 weeks ago 14
Wisma Danantara Indonesia | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hanya enam bulan menduduki kursi Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota memilih hengkang. Keputusan ini ia umumkan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (11/8/2025), disertai permintaan maaf terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Indonesia.

Joao mengaku belum mampu menorehkan capaian berarti bagi perekonomian nasional maupun kesejahteraan petani. Ia juga menyinggung rumitnya birokrasi di lingkungan induk usaha, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang membuat program Agrinas berjalan tersendat.

Menurutnya, kendala paling nyata adalah belum cairnya anggaran yang menjadi penopang program kerja, meski seluruh rencana telah disusun sejak awal masa jabatannya. “Sampai hari ini anggaran Agrinas masih nol,” ujar Joao. Ia menilai visi besar Presiden untuk mencapai kedaulatan pangan belum diiringi dukungan penuh dari para pembantu dan pemangku kepentingan.

Joao, yang sebelumnya berkecimpung di sektor swasta, merasa gaya kerja cepat dan berorientasi hasil yang ia terapkan tidak sejalan dengan kultur administrasi yang berlapis-lapis. “Saya terbiasa mengambil keputusan dengan efisien, sementara di sini prosesnya panjang dan bertumpang tindih,” imbuhnya.

Langkah mundur itu  mendapat perhatian dari pengamat politik Rocky Gerung. Ia menyebut Joao sebagai sosok yang memilih integritas ketimbang mempertahankan jabatan tanpa prestasi. “Dia sadar ada masalah serius, baik di manajemen BUMN maupun di tubuh Danantara sendiri. Tidak semua orang mau mundur dengan sikap seperti itu,” kata Rocky melalui kanal YouTube-nya, Selasa (12/8/2025).

Rocky menilai pengunduran diri ini sekaligus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk membenahi hambatan birokrasi yang justru menghambat misi ketahanan pangan. “Kalau visi Presiden ingin mempercepat penyediaan pangan, hambatan-hambatan administratif ini harus dibereskan,” ujarnya.

Pemerintah dan Danantara Buka Suara
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudianto, membantah jika alasan mundurnya Joao murni karena tidak ada anggaran. Menurutnya, semua kebutuhan dana telah direncanakan, hanya saja proses pencairannya mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Memang ada prosedur yang perlu dijalani. Pejabat baru kadang belum terbiasa, tapi itu hal yang wajar. Beliau orang pintar, pilihan langsung dari Pak Presiden,” kata Aries usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa (12/8/2025).

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan pihaknya menghormati keputusan Joao dan menganggapnya sebagai langkah profesional. Ia memastikan operasional Agrinas akan tetap berjalan normal. “Proses transisi kepemimpinan akan dilakukan secara tertib dan terukur demi kesinambungan program strategis,” ujar Rosan.

Dengan mundurnya Joao, publik kini menanti siapa sosok pengganti yang sanggup menakhodai Agrinas Pangan di tengah target besar pemerintah untuk membangun lumbung pangan di atas 425.000 hektare lahan produktif. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|