Dua Hari Dilanda Hujan Angin, Sejumlah Bangunan Rusak dan Tol Ditutup 1,5 Jam

2 hours ago 2
Ilustrasi hujan dan angin ribut / tribunnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM —  Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sleman dalam dua hari terakhir menunjukkan dampak nyata, mulai dari kerusakan rumah warga hingga terganggunya akses vital bagi pemudik. Hujan deras disertai angin kencang tak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga memaksa penutupan sementara jalur tol fungsional.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, R Haris Martapa, menyampaikan bahwa cuaca buruk pada Sabtu (28/3/2026) berdampak cukup signifikan, terutama di wilayah Kapanewon Prambanan, khususnya Kalurahan Madurejo dan Bokoharjo.

Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terjangan angin. Material seperti genteng dan asbes beterbangan hingga pecah dan merusak bagian rumah, mulai dari kamar hingga dapur dan teras.

Kerusakan paling mencolok terjadi di wilayah Bokoharjo, di mana sebuah bangunan joglo dilaporkan roboh akibat terpaan angin kencang.

“Di Ngrahu Cepit RT 01 RW 15, Bokoharjo (bangunan) joglo roboh,” katanya.

Selain bangunan, pohon tumbang juga menjadi ancaman serius. Di Dusun Marangan, Bokoharjo, pohon tumbang sempat menutup akses menuju kawasan wisata Banyunibo serta jalan perkampungan warga.

“Di Jalan Banyunibo Cepit, sebuah pohon akasia berdiameter 40 cm juga sempal dan melintang di jalan, namun saat ini sudah terkondisi,” ujar Haris.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemerintah kalurahan, relawan, hingga petugas PLN bergerak cepat melakukan penanganan, mulai dari asesmen hingga pembersihan material. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan pada jalur transportasi. Gerbang Tol Fungsional Purwomartani di Kalasan sempat ditutup sementara akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Arfita Dewi, menyebut penutupan dilakukan demi keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi tol yang belum dilengkapi penerangan.

“Kurang lebih 1.5 jam. (Ditutup) sekitar jam 13.30 sampai dengan 15.00 WIB,” ujarnya.

Setelah kondisi dinilai aman, jalur tersebut kembali dibuka. Penutupan serupa juga sempat dilakukan pada dua hari sebelumnya dengan alasan yang sama.

Sementara itu, sehari sebelumnya pada Jumat (27/3/2026), hujan deras dan angin kencang juga menerjang wilayah Kapanewon Seyegan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengungkapkan terdapat sedikitnya lima titik kejadian di Kalurahan Margomulyo.

Dampaknya, dua rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon tumbang.

“Rumah rusak ringan ada dua, tertimpa pohon tumbang,” katanya.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada kandang ternak di Dusun Kamal Wetan, serta akses jalan yang sempat tertutup pohon tumbang di wilayah Dusun Mangsel. Gangguan juga merembet ke infrastruktur, dengan terputusnya jaringan listrik di dua titik dan satu jaringan telekomunikasi.

Tim gabungan bersama relawan dan warga setempat langsung melakukan penanganan cepat di seluruh titik terdampak. Saat ini, seluruh lokasi telah dinyatakan terkendali dan akses kembali normal.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, rentetan kejadian ini menjadi pengingat akan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Sleman, terutama saat intensitas hujan tinggi disertai angin kencang. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|