
SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Konon, tertawa lepas adalah salah satu obat alami yang manjur untuk menjaga kesehatan. Selain gratis, tawa dipercaya bisa mengusir stres, memperkuat daya tahan tubuh, melancarkan aliran darah, dan mengangkat suasana hati menjadi lebih cerah.
Dalam semangat itulah, menyambut gegap gempita HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Tim Penggerak PKK RT 06/RW X, Jetis Permai (Jesper) Gentan, Baki, Sukoharjo, menggelar dua lomba unik dan penuh canda tawa pada Sabtu (2/8/2025) sore.
Acara berlangsung di jalan aspal Gang 11, tepat di depan rumah Ketua RT 06. Dua lomba yang digelar tersebut adalah lomba “Kukuruyuk” dan lomba estafet air. Meski sederhana, keduanya sukses membuat warga tertawa lepas.
Lomba Kukuruyuk menjadi pembuka. Lomba ini bersifat perorangan. Peserta—kebanyakan emak-emak—memakai topi dengan tangkai melengkung di atasnya, mirip cantelan hanger baju. Tangkai itulah senjata utama bagi peserta untuk dikaitkan ke gelang-gelang kecil yang digantung di sebuah batang bambu pada garis finish.

Lima peserta berdiri berjajar di garis start. Jarak larinya hanya sekitar lima meter, namun tantangannya justru ada di koordinasi mata, gerak kepala, dan keseimbangan tubuh. Gelang yang menjadi target terus bergoyang terkena angin, membuat peserta harus ekstra fokus. Momen itulah yang justru memunculkan gelak tawa.
Yang membuat suasana semakin seru, peserta tidak dibatasi usia. Emak-emak muda dan Lansia pun ikut bertarung dengan semangat yang sama. Bahkan beberapa penonton berteriak memberi semangat sambil bercanda, membuat peserta terkadang tertawa sendiri dan kehilangan fokus. Momen ketika ujung tangkai nyaris masuk ke gelang namun meleset selalu memicu gelak tawa. Sebaliknya, saat berhasil, peserta biasanya melompat kecil kegirangan sambil disoraki penonton.
Lomba berikutnya, estafet air, tak kalah mengundang tawa. Lomba itu dilakukan secara berkelompok, masing-masing lima orang. Di depan setiap kelompok, tersusun rapi 15 plastik bening berisi air. Peserta pertama bertugas melempar plastik itu ke belakang tanpa menoleh, sedangkan peserta berikutnya harus siap menangkap. Begitu seterusnya sampai ke peserta paling belakang, lalu plastik-plastik berisi air itu dikumpulkan.
Koordinasi dalam tim lagi-lagi menjadi kunci. Sayangnya, tidak semua plastik selamat. “Pyarrrr…!” jika terjadi plastik luput dari tangkapan dan mengenai tubuh atau jatuh ke aspal, sorak-sorai pun menggema karena peserta berbasah-basah ria.
Alih-alih kesal, peserta justru tertawa bersama penonton. Sorakan semakin ramai saat ada yang saking gugupnya melempar terlalu kencang dan jauh sehingga sulit ditangkap.

Pemenang ditentukan dari jumlah plastik air yang berhasil sampai ke peserta terakhir dalam keadaan utuh. Namun bagi warga, gelak tawa dan kebersamaan lebih penting daripada hadiah yang mereka terima nanti. Begitu lomba estafet selesai, aspal Gang 11 yang semula kering pun berubah menjadi basah.
Ketua PKK RT 06/RW X, Windya Rahmawati menyampaikan bahwa lomba tersebut diadakan bukan sekadar untuk memeriahkan HUT RI saja, namun yang juga penting adalah untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Kalau setiap tahun kita bisa tertawa bersama seperti ini, rasanya semua masalah jadi terasa lebih ringan,” ujarnya sambil tersenyum.
Gelaran sederhana sederhana tersebut membuktikan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal yang besar. Terkadang, cukup dari tawa lepas di jalan gang kampung bersama orang-orang yang saling mengenal dan peduli, hal itu sudah lebih dari cukup untuk bahagia. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.