Duit Hampir Rp5 Miliar, Bumdesma Manyaran Gaspol! Surplus Puluhan Juta Dibagi ke Desa, Ini Fakta Lengkap MAD 2026 yang Bikin Kaget

2 weeks ago 23
MusyawarahBUMDesma Manyaran dalam MAD beberapa waktu lalu. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Bumdesma UPK LKD Kecamatan Manyaran kembali mencuri perhatian setelah menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) dalam rangka Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Bumdesma di Pendopo Kantor Kecamatan Manyaran, Kamis (22/01/2026). Forum ini menjadi panggung terbuka untuk membedah kinerja, transparansi keuangan, hingga strategi besar pengelolaan dana bergulir tahun 2026.

Dalam laporan resmi yang disampaikan Direktur Bumdesma Manyaran, Yuli Asmono, terungkap bahwa hingga Desember 2025 jumlah kelompok tercatat 118 kelompok dengan total 914 anggota aktif. Sementara itu, total dana bergulir telah menembus angka fantastis sebesar Rp4.958.694.464,76.

Tak hanya itu, pendapatan selama satu tahun tercatat mencapai Rp774.767.370,00, dengan total biaya operasional sebesar Rp493.480.141,41. Dari perhitungan tersebut, laba kotor akhir tahun berhasil dicatat di angka Rp281.287.228,59 — menunjukkan performa keuangan yang masih solid di tengah tantangan ekonomi.

Namun, dalam forum MAD juga terungkap fakta krusial: surplus tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan 2024. Dewan Pengawas yang bertugas menelaah laporan keuangan menyoroti pentingnya langkah tegas terhadap penunggak permanen, yang ke depan akan ditindaklanjuti melalui pembuatan surat pengakuan utang sebagai bentuk penertiban dan penguatan tata kelola keuangan.

Surplus Dibagi ke 7 Desa, Fokus RTM & Program Sosial

Dalam keputusan strategis MAD, peserta forum sepakat bahwa surplus Bumdesma sebesar Rp87.500.000,00 akan dialokasikan kepada tujuh Desa/Kelurahan di Kecamatan Manyaran.

Rinciannya:
✓ Setiap Desa/Kelurahan menerima Rp12.000.000,00
✓ Dana difokuskan untuk Rumah Tangga Miskin (RTM)
✓ Digunakan untuk program sosial seperti bedah rumah dan jambanisasi
✓ Bertujuan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat rentan

Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan Bumdesma terhadap kebutuhan sosial dan kesejahteraan warga desa, sekaligus memperkuat dampak ekonomi dana bergulir di tingkat akar rumput.

Kasi PPM Kecamatan Manyaran, Endri Mardiyastuti, menegaskan bahwa MAD menjadi ruang transparansi untuk memberikan gambaran jelas kepada seluruh pemangku kepentingan terkait capaian maupun tantangan yang dihadapi Bumdesma.

“Forum ini bertujuan memberikan gambaran kepada masyarakat terkait hasil yang telah dicapai, apa yang belum tercapai, serta hambatan dalam pengelolaan Bumdesma Manyaran,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Manyaran Toto Tri Mulyarto menekankan bahwa MAD merupakan forum tertinggi dalam menentukan arah kebijakan dan progres Bumdesma ke depan, termasuk penentuan rencana kerja tahun 2026.

Ia memberikan apresiasi atas capaian surplus tahun 2025, sekaligus mendorong pengembangan unit usaha baru yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Manyaran.

“Forum MAD adalah momentum penting untuk laporan pertanggungjawaban tahun 2025 dan perencanaan tahun 2026. Harapannya, semua keputusan bisa diterima, berjalan lancar, dan mendorong lahirnya unit usaha baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Toto.

Dengan hampir Rp5 miliar dana bergulir, ratusan kelompok aktif, serta strategi penertiban kredit macet dan penguatan usaha baru, Bumdesma Manyaran kini berada di fase krusial untuk melompat lebih besar di 2026. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|