EcoWave Mag – Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengeringan Maggot Berbasis Circular Economy

2 weeks ago 21

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) didukung Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), melaksanakan program pengabdian masyarakat 2025 berjudul “EcoWave Mag – Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengeringan Maggot Berbasis Circular Economy”, pada Hari Sabtu, 14 Juni 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat bertema ekonomi dan sosial (sumber dana Non PNBP LPPM USU T.A 2025), dengan sasaran peningkatan kualitas produksi maggot kering melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang efisien dan ramah lingkungan.

Program ini diketuai Ir. Gina Cynthia R. Hasibuan, S.T., M.Sc., Ph.D dengan anggota tim Ir. Muhammad Thoriq Al Fath, S.T., M.T., Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T., dan Muhammad Hendra Sahputra Ginting, S.T., M.T. Adapun mitra kegiatan adalah kelompok peternak BSF Ratna, Rumah Larva Indonesia dan masyarakat sekitar di Medan, yang selama ini mengembangkan budidaya maggot sebagai pakan alternatif berbasis ekonomi sirkular.

Selama ini, proses pengeringan maggot di BSF Ratna masih mengandalkan metode konvensional seperti penjemuran di bawah sinar matahari dan oven sederhana. Metode tersebut membutuhkan waktu yang panjang, mengonsumsi energi lebih besar, dan menghasilkan kualitas yang kurang seragam.

Melalui program ini, tim USU memperkenalkan microwave dryer sebagai solusi. Teknologi ini mampu mengeringkan maggot dengan cepat, mempertahankan kandungan nutrisi, serta menghemat energi.

Selain penyerahan alat, tim juga menggelar pelatihan penggunaan dan perawatan agar mitra dapat mengoperasikan teknologi ini secara mandiri dan berkelanjutan. “Harapannya, teknologi ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan mutu dan daya saing maggot kering di pasar,” ungkap Ir. Gina Cynthia R. Hasibuan,S.T.,M.Sc.,Ph.D.

Program ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan nilai jual produk, efisiensi biaya operasional, dan penguatan peran peternak dalam rantai ekonomi sirkular.

Tim juga menyiapkan rencana kerja sama jangka panjang untuk mengembangkan inovasi pengolahan maggot yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, EcoWave Mag menjadi bukti bahwa penerapan teknologi ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata. (adz)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Staf Pengajar Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) didukung Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), melaksanakan program pengabdian masyarakat 2025 berjudul “EcoWave Mag – Teknologi Ramah Lingkungan untuk Pengeringan Maggot Berbasis Circular Economy”, pada Hari Sabtu, 14 Juni 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat bertema ekonomi dan sosial (sumber dana Non PNBP LPPM USU T.A 2025), dengan sasaran peningkatan kualitas produksi maggot kering melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang efisien dan ramah lingkungan.

Program ini diketuai Ir. Gina Cynthia R. Hasibuan, S.T., M.Sc., Ph.D dengan anggota tim Ir. Muhammad Thoriq Al Fath, S.T., M.T., Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T., dan Muhammad Hendra Sahputra Ginting, S.T., M.T. Adapun mitra kegiatan adalah kelompok peternak BSF Ratna, Rumah Larva Indonesia dan masyarakat sekitar di Medan, yang selama ini mengembangkan budidaya maggot sebagai pakan alternatif berbasis ekonomi sirkular.

Selama ini, proses pengeringan maggot di BSF Ratna masih mengandalkan metode konvensional seperti penjemuran di bawah sinar matahari dan oven sederhana. Metode tersebut membutuhkan waktu yang panjang, mengonsumsi energi lebih besar, dan menghasilkan kualitas yang kurang seragam.

Melalui program ini, tim USU memperkenalkan microwave dryer sebagai solusi. Teknologi ini mampu mengeringkan maggot dengan cepat, mempertahankan kandungan nutrisi, serta menghemat energi.

Selain penyerahan alat, tim juga menggelar pelatihan penggunaan dan perawatan agar mitra dapat mengoperasikan teknologi ini secara mandiri dan berkelanjutan. “Harapannya, teknologi ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan mutu dan daya saing maggot kering di pasar,” ungkap Ir. Gina Cynthia R. Hasibuan,S.T.,M.Sc.,Ph.D.

Program ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Manfaat yang diharapkan meliputi peningkatan nilai jual produk, efisiensi biaya operasional, dan penguatan peran peternak dalam rantai ekonomi sirkular.

Tim juga menyiapkan rencana kerja sama jangka panjang untuk mengembangkan inovasi pengolahan maggot yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha, EcoWave Mag menjadi bukti bahwa penerapan teknologi ramah lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|