Salah seorang siswa SMP Negeri 3 Gemolong tampak antusias bertanya dalam acara pembinaan antibullying dan tertib lalu lintas di sekolah setempat, Sabtu (18/4/2026) | IstimewaSRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya membentuk karakter siswa sekaligus menekan potensi kenakalan remaja terus dilakukan SMP Negeri 3 Gemolong (SPENTHREEG). Salah satunya adalah melalui kegiatan pembinaan antibullying dan tertib lalu lintas yang digelar pada Sabtu (18/4/2026).

Salah seorang narasumber tengah berbicara dalam acara pembinaan antibullying dan tertib lalu lintas | Istimewa
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah itu diikuti seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9, serta didampingi para guru dan karyawan. Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan Kanit Binmas Polsek Gemolong, Aiptu Juni Eko Saputro, SH sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Eko menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku agresif dan negatif yang dilakukan seseorang atau kelompok secara berulang, dengan memanfaatkan ketidakseimbangan kekuatan untuk menyakiti korban, baik secara mental, fisik, maupun seksual.
“Bullying fisik seperti memukul, menampar, memalak, mendorong, mencubit, hingga mencakar. Bullying verbal berupa memaki, memfitnah, mengejek, dan mengancam. Sedangkan bullying psikologis seperti mengintimidasi, mengucilkan, mengabaikan, hingga mendiskriminasi,” jelasnya, seperti dikutip dalam rilisnya ke Joglosemarnews.
Ia menambahkan, praktik bullying di lingkungan sekolah umumnya dipicu oleh beberapa faktor, seperti adanya kesempatan, dominasi pelaku, minimnya pengawasan, serta munculnya bibit-bibit premanisme. Karena itu, pihak sekolah diminta lebih meningkatkan pengawasan, termasuk saat jam kosong, serta memanfaatkan fasilitas seperti CCTV.
Siswa peserta tertib mendengarkan papara materi dari narasumber | IstimewaSelain isu bullying, Eko juga menyoroti pentingnya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar. Ia menegaskan bahwa siswa SMP sejatinya belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah.
Menurutnya, masih banyak pelajar yang nekat berkendara tanpa helm, bahkan memodifikasi kendaraan secara tidak sesuai standar, seperti mengganti knalpot dan melepas spion.
“Anak-anak ini rentan menjadi korban kecelakaan karena kurangnya pemahaman aturan lalu lintas dan minimnya pengawasan orang tua. Mereka sering asal naik motor tanpa mempertimbangkan risiko,” terangnya.
Kepala SMP Negeri 3 Gemolong, Aris Sudarmanto, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Gemolong atas dukungan dalam pembinaan karakter siswa. Ia menyebut kegiatan semacam ini telah menjadi program rutin sekolah.

Para peserta tengah berfoto bersama dengan latar belakang panggung utama | Istimewa
Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian memberikan dampak positif karena siswa mendapat pemahaman langsung dari penegak hukum mengenai risiko dan konsekuensi dari perilaku menyimpang.
“Harapannya, siswa tidak hanya memahami, tetapi juga menghindari perilaku bullying serta lebih tertib berlalu lintas, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak,” pungkasnya. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
2

















































