BANJARNEGARA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua kecelakaan besar mewarnai jalur lalu lintas Jawa Tengah pada Jumat (22/8/2025). Di Banjarnegara, sebuah minibus Elf rombongan guru MAN 2 Tegal terjun ke jurang sedalam 15 meter. Sementara di Brebes, sebuah truk tronton mengalami rem blong hingga menabrak tiga kendaraan di depannya dan menimbulkan kecelakaan beruntun.
Insiden di Banjarnegara terjadi di turunan curam Sikelir, jalur yang dikenal berliku tajam dan rawan kecelakaan. Elf bernomor polisi G 7028 E yang dikemudikan Khasan Bisri (49), warga Tegal, hilang kendali saat melaju dari arah Dieng menuju Wanayasa. Kendaraan yang ditumpangi delapan orang itu mendadak meluncur tak terkendali sebelum akhirnya masuk jurang.
“Lokasi kejadian sempit dan tebingnya terjal. Proses evakuasi penumpang dilakukan dengan tali dan tandu darurat,” tutur Sarif Hidayatuloh, relawan yang ikut mengevakuasi.
Seluruh penumpang selamat, meski mengalami luka-luka. Seorang korban yang kondisinya cukup serius harus dirujuk ke rumah sakit di Pekalongan, sementara lainnya ditangani di Puskesmas Karangkobar 2. Polisi menduga penyebab kecelakaan akibat sistem rem yang tidak berfungsi baik serta pengemudi yang belum terbiasa dengan medan turunan Sikelir.
Beberapa jam berselang, musibah lain terjadi di jalur Pantura Brebes, tepatnya di Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba. Sebuah truk tronton bermuatan kaca bernomor polisi B 9491 JEH melaju dari Semarang menuju Cengkareng. Saat arus kendaraan tersendat akibat perbaikan jalan, truk mendadak kehilangan fungsi rem.
Kendaraan raksasa itu menabrak pikap pengangkut ayam potong E 8065 MF, yang kemudian terdorong dan menghantam truk lain di depannya. Rangkaian benturan berakhir di truk kontainer pengangkut besi dengan nomor polisi G 8783 HA yang berada paling depan.
Akibat kejadian tersebut, Gatot Sarkali (45), sopir truk di posisi kedua, mengalami luka serius setelah terjepit kabin dan harus dilarikan ke RS Bhakti Asih. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena korban terhimpit setir dan butuh waktu cukup lama untuk dikeluarkan.
Rizki Nur Faizi, sopir truk tronton penyebab kecelakaan, mengaku sempat bingung mengambil keputusan saat rem kendaraannya blong. “Mau banting setir ke kanan-kiri penuh motor, akhirnya tabrakan tidak terhindarkan,” ucapnya.
Sementara itu, sopir pikap Andrian mengungkapkan truk tersebut sebenarnya sudah bermasalah sejak awal perjalanan. “Katanya rem memang sudah tidak pakem, tapi tetap dipaksa jalan,” ujarnya.
Arus lalu lintas di jalur Pantura sempat tersendat panjang hingga proses evakuasi truk dengan derek selesai dilakukan. Polisi dari Satlantas Polres Brebes kini masih menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut.
Dua peristiwa di Banjarnegara dan Brebes ini menjadi peringatan keras bagi pengemudi agar tidak mengabaikan kondisi teknis kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan jauh di jalur rawan kecelakaan. [*] Berbagai sumber
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.