Era Prabowo: Kabinet Gemuk, Penerima Tanda Kehormatan Juga Membengkak 2 Kali Lipat

3 days ago 9
Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 141 tokoh di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Uniknya, jumlah penerima penghargaan itu melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 64 penerima.

Dalam upacara kenegaraan tersebut, para penerima berasal dari berbagai latar belakang, mulai pejabat negara, tokoh kebudayaan, ilmuwan, aktivis kemanusiaan, hingga peneliti vaksin. Penganugerahan itu dibacakan dalam Keputusan Presiden Nomor 73 sampai 78/TK/2025.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden menilai masih banyak tokoh berjasa yang selama ini belum tersentuh penghargaan negara. Karena itu, kebijakan memberi tanda jasa dalam jumlah lebih banyak dianggap sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi penghormatan negara kepada putra-putri terbaik bangsa.

“Presiden ingin setiap jasa luar biasa dari anak bangsa tercatat sebagai warisan bagi generasi berikutnya. Tidak terbatas pada pejabat, tetapi juga mereka yang berprestasi di bidang kebudayaan, lingkungan, hingga riset kesehatan,” ujar Prasetyo.

Ia menambahkan, tidak semua nama disebutkan dalam prosesi di Istana. Dari total 141 penerima, hanya 117 yang hadir langsung. Selebihnya berhalangan karena faktor kesehatan maupun alasan pribadi. Penyerahan bagi penerima yang tidak hadir kemungkinan akan dilakukan dalam momentum kenegaraan lain, seperti HUT TNI Oktober mendatang atau Hari Pahlawan 10 November.

Jenis penghargaan yang diberikan tahun ini cukup beragam, di antaranya Bintang Republik Indonesia Utama, Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, Bintang Budaya Parama Dharma, Bintang Sakti, hingga Bintang Kemanusiaan.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pengabdian yang diberikan penerima tanda kehormatan. “Atas nama negara dan bangsa, saya sampaikan terima kasih. Semoga jasa para penerima menjadi teladan dan warisan berharga bagi generasi penerus,” tutur Prabowo.

Menariknya, salah satu penerima, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, mengaku sempat merasa kurang nyaman menerima langsung penghargaan dari Presiden yang tak lain adalah kakak kandungnya.

“Terus terang saya merasa agak canggung, karena yang memberi tanda kehormatan ini adalah kakak sendiri,” ungkap Hashim usai upacara.

Meski begitu, ia akhirnya menerima Bintang Mahaputera Utama tersebut karena penghargaan itu diberikan atas kiprahnya lebih dari dua dekade dalam melestarikan satwa langka dan warisan budaya Indonesia, termasuk wayang dan peninggalan arkeologi.

Hashim menuturkan, penghargaan serupa sudah pernah ia terima di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Presiden Joko Widodo. “Kalau dihitung, ini yang keempat kali saya menerima penghargaan di bidang yang sama. Saya anggap ini penyemangat untuk terus bekerja,” katanya.

Sementara itu, dari kalangan kabinet, beberapa menteri juga masuk daftar penerima. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua PAN, Zulkifli Hasan. Ia menyebut penghargaan ini sebagai dorongan moral untuk bekerja lebih keras. “Kami akan semakin bersemangat mendukung program Presiden,” ujarnya.

Penganugerahan tahun ini menjadi catatan baru di era pemerintahan Prabowo, di mana jumlah penerima naik signifikan. Tradisi penghormatan kepada tokoh lintas profesi pun dipandang sebagai langkah negara untuk lebih adil dalam mengakui jasa para pejuang di bidangnya masing-masing. [*]  Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|