BREBES, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fenomena alam tak biasa menggemparkan warga Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebuah semburan lumpur berwarna hitam pekat tiba-tiba muncul dari dalam tanah di halaman rumah warga, menciptakan tumpukan lumpur setinggi puluhan sentimeter.
Peristiwa itu pertama kali diketahui pada Minggu malam (27/7/2025) sekitar pukul 20.30 WIB. Lokasi semburan berada di halaman samping rumah Wajab, warga RT 03 RW 02. Keesokan harinya, lumpur sudah menutupi sebagian besar pekarangan rumah.
Ketua RT setempat, Sutono, mengungkapkan dirinya sempat terkejut saat mendapati kondisi halaman rumah salah satu warganya sudah dipenuhi lumpur tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
“Saat itu saya pulang kerja, dan melihat halaman samping rumah Pak Wajab ini dipenuhi lumpur. Awalnya lumpur terus keluar dari celah di samping tembok pembatas jalan tol, tapi sekarang sudah berhenti karena tertutup timbunan lumpur dan hanya rembesan air,” ujar Sutono saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (29/7/2025).
Material lumpur yang keluar dari dalam tanah tersebut tampak tidak biasa. Warnanya hitam keunguan, dengan tekstur sangat halus, tidak berbau, dan terlihat mengkilap jika terkena cahaya. Endapan lumpur ini mengisi halaman hingga ketebalan sekitar 30 sentimeter.
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, sejumlah pekerja proyek yang sedang mengerjakan pemasangan pipa gas di sekitar ruas jalan tol Pejagan–Brebes langsung dikerahkan untuk membantu membersihkan lumpur. Material lumpur dipindahkan ke pekarangan warga lain di sekitar lokasi.
Fenomena aneh itu pun memunculkan kekhawatiran warga karena semburan lumpur terjadi di tengah permukiman. Kemunculan material dari bawah tanah pun memunculkan spekulasi mengenai penyebabnya.
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes segera diterjunkan ke lokasi untuk menelusuri sumber semburan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mewawancarai para pekerja yang terlibat dalam proyek galian pipa gas.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo Budi Santoso, menduga semburan tersebut erat kaitannya dengan aktivitas pengeboran pipa gas yang sedang berlangsung di wilayah utara jalan tol.
“Jadi, pada Minggu 27 Juli 2025 akibat pengeboran ini, terjadi retakan jalur pipa gas di rumah Bapak Wajab, di RT 03 RW 02 Desa Wangandalem, dan muncul lumpur ke permukaan,” terangnya.
Menurut Wibowo, retakan akibat pengeboran itu memungkinkan lumpur dari kedalaman tanah terdorong keluar ke permukaan. Meskipun semburan sudah berhenti, potensi keluarnya material dari dalam tanah masih terus dipantau.
Tak hanya merendam pekarangan rumah, semburan ini juga menyebabkan keretakan pada akses jalan desa dan tanggul sungai di sekitarnya. Dampaknya pun bisa meluas jika aliran lumpur kembali aktif.
“Saat ini kami juga masih memantau apakah material lumpur kembali keluar ke permukaan,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, proyek pengeboran pipa gas yang sedang berlangsung merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pipa gas transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II. Aktivitas pengeboran itu dilakukan di sepanjang trase ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur, yang salah satunya melintasi wilayah Brebes.
Fenomena semburan lumpur yang muncul di luar kendali seperti itu mengingatkan pada tragedi lumpur panas di Sidoarjo. Meski skalanya jauh lebih kecil, warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan segera ada penanganan menyeluruh sebelum dampak yang ditimbulkan meluas. [*] Berbagai sumber
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.