SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Zaman sekarang buang sampah nggak cuma jadi beban, tapi bisa jadi peluang dapet cuan! PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang resmi ngegas lewat program “MengEmaskan Sampah Indonesia”, dan ini bukan kaleng-kaleng!
Di gelaran Konsolidasi Bank Sampah Binaan Pegadaian yang berlangsung 23–24 Juli 2025 di Aula Kanwil XI Semarang, puluhan pejuang lingkungan dari Area Semarang, Pati, Surakarta, Yogyakarta, Tegal, hingga Purwokerto kumpul buat bikin gerakan baru yang berdampak nyata.
Mereka bahas pembentukan FORSEPSI alias Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia, yang jadi wadah keren buat komunitas dan Bank Sampah binaan Pegadaian berkolaborasi ngolah sampah jadi peluang.
“Orang buang sampah itu sama aja kayak buang emas. Lewat gerakan MSME (Memilah Sampah Menabung Emas), kita pengin masyarakat mulai sadar dan nabung emas dari sampah,” tegas Edy Purwanto, Pimpinan Kanwil XI Semarang.
💡 Gimana Cara Dapet Emas dari Sampah?
Gampang banget! Masyarakat cukup pilah sampah bernilai ekonomis, serahkan ke Bank Sampah binaan Pegadaian, lalu langsung ditimbang dan dikonversi ke uang. Nah, dari uang itu bisa langsung disimpan dalam bentuk tabungan emas Pegadaian. Anti ribet, anti rugi!
Edy menambahkan, Forsepsi ini jadi tonggak penting buat nyari solusi bareng dalam pengelolaan sampah. Nggak cuma urusan bersih-bersih, tapi juga bisa jadi jalan cuan lewat inovasi kayak:
✓ Sampah jadi listrik
✓ Sampah plastik jadi BBM
✓ Budidaya maggot
✓ Produk kerajinan keren dari barang bekas
“Pokoknya kita dorong masyarakat buat naik level, dari buang sampah ke buang cuan ke rekening emas!” ujarnya.
♻️ Dinas Lingkungan Hidup: “Ini Baru Gerakan Keren!”
Kepala DLH Kota Semarang, Arwita Mawardi, ngasih apresiasi tinggi buat Pegadaian. Menurutnya, pengelolaan sampah tuh nggak bisa setengah-setengah, harus kolaborasi dari hulu ke hilir.
“Setiap hari Kota Semarang menghasilkan 1.200 ton sampah. Tanpa kerja sama dengan swasta, target zero waste bakal susah dicapai. Dan Pegadaian hadir sebagai game changer,” jelas Arwita.
Ia juga menyebutkan kalau TPA bisa overload dalam waktu kurang dari lima tahun kalau sampah nggak diolah serius. Proyek besar kayak PSEL (Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik) jadi harapan utama yang ditarget beroperasi tahun 2028.
Program “MengEmaskan Sampah Indonesia” ini bukan cuma soal bersih-bersih, tapi udah masuk ke ranah ekonomi hijau, edukasi, dan inklusi keuangan. Jadi, kalau masih buang sampah sembarangan, fix kamu ketinggalan zaman! Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.