Fondasi Jembatan Sawitami 14 Turun, Muatan Kendaraan Dibatasi 5 Ton

14 hours ago 6

JAYAPURA-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Ruas Jalan Nasional Arso-Waris, khususnya di Jembatan Sawitami 14 (Kali Kabur) pada KM 88+850. Pemberitahuan tersebut dikeluarkan menyusul terjadinya penurunan abutmen atau fondasi jembatan yang berada di jalur strategis Trans Papua penghubung Jayapura-Wamena.

F-3 TENGAHKondisi Jembatan Sawitami 14 (Kali Kabur) pada KM 88+850 yang mengalami penurunan. (foto:BBPJN/Cepos)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Papua, Muhammad Ferdi Darwis, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipasi guna menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan konektivitas transportasi tetap berjalan.

“Sehubungan dengan adanya penurunan abutmen Jembatan Sawitami 14 (Kali Kabur), kami mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang atau truk, untuk mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan saat melintasi jembatan,” ujarnya, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (7/6).

Menurut Ferdi, kendaraan yang melintas untuk sementara dibatasi dengan total berat maksimal 5 ton, termasuk berat kendaraan. Selain itu, tinggi muatan juga dibatasi maksimal 3,5 meter. Pengguna jalan juga diwajibkan melintasi jembatan secara bergantian dan tidak beriringan guna mengurangi beban pada struktur jembatan yang saat ini mengalami penurunan.

“Pengaturan ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan yang lebih besar pada konstruksi jembatan,” katanya.

Untuk menjaga kelancaran arus transportasi di jalur Jayapura-Wamena, BBPJN Papua-Papua Pegunungan saat ini tengah membangun jalan alternatif (detour) di sisi kiri jembatan dari arah Jayapura. Jalur tersebut dilengkapi dengan jembatan sementara yang akan difungsikan selama proses penanganan berlangsung. Ferdi menjelaskan, pembangunan jalan alternatif saat ini terus dikebut dan ditargetkan dapat digunakan pada pekan depan.

JAYAPURA-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Ruas Jalan Nasional Arso-Waris, khususnya di Jembatan Sawitami 14 (Kali Kabur) pada KM 88+850. Pemberitahuan tersebut dikeluarkan menyusul terjadinya penurunan abutmen atau fondasi jembatan yang berada di jalur strategis Trans Papua penghubung Jayapura-Wamena.

F-3 TENGAHKondisi Jembatan Sawitami 14 (Kali Kabur) pada KM 88+850 yang mengalami penurunan. (foto:BBPJN/Cepos)

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Papua, Muhammad Ferdi Darwis, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipasi guna menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan konektivitas transportasi tetap berjalan.

“Sehubungan dengan adanya penurunan abutmen Jembatan Sawitami 14 (Kali Kabur), kami mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang atau truk, untuk mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan saat melintasi jembatan,” ujarnya, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (7/6).

Menurut Ferdi, kendaraan yang melintas untuk sementara dibatasi dengan total berat maksimal 5 ton, termasuk berat kendaraan. Selain itu, tinggi muatan juga dibatasi maksimal 3,5 meter. Pengguna jalan juga diwajibkan melintasi jembatan secara bergantian dan tidak beriringan guna mengurangi beban pada struktur jembatan yang saat ini mengalami penurunan.

“Pengaturan ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah kerusakan yang lebih besar pada konstruksi jembatan,” katanya.

Untuk menjaga kelancaran arus transportasi di jalur Jayapura-Wamena, BBPJN Papua-Papua Pegunungan saat ini tengah membangun jalan alternatif (detour) di sisi kiri jembatan dari arah Jayapura. Jalur tersebut dilengkapi dengan jembatan sementara yang akan difungsikan selama proses penanganan berlangsung. Ferdi menjelaskan, pembangunan jalan alternatif saat ini terus dikebut dan ditargetkan dapat digunakan pada pekan depan.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|