JAYAPURA – Pembina Ekstrakurikuler Marching Band Gita Suara Burhan SMA Negeri 1 Jayapura, Mimi Maryani, S.Pd., M.Si., secara resmi menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terbuka terkait pernyataan yang sempat beredar mengenai ketiadaan dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam keikutsertaan mereka di ajang Makassar International Marching Fest (MIMFEST) 2026.
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman dan memberikan penjelasan yang terukur mengenai bentuk keterlibatan serta dukungan instansi pemerintah, baik di tingkat Kota Jayapura maupun Provinsi Papua, selama proses keberangkatan tim hingga meraih prestasi.
Dalam keterangan resminya, Mimi Maryani meluruskan bahwa Pemerintah Daerah melalui berbagai dinas dan instansi teknis terkait sebenarnya telah memberikan kontribusi dan kemudahan yang sangat krusial bagi kelancaran operasional tim.
Mimi menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Jayapura memberikan dukungan mendasar berupa perizinan resmi bagi para siswa dan pelatih untuk mewakili daerah di tingkat nasional/internasional. Selain itu, aspek logistik dan mobilitas tim yang membawa puluhan personel beserta peralatan berat dapat terlaksana berkat sinergi dari berbagai instansi perhubungan dan ke pelabuhan.
Dukungan nyata yang diterima tim meliputi bantuan aksesibilitas dan kemudahan pelayanan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut.
Kemudahan akses yang diberikan oleh instansi-instansi tersebut dinilai sangat membantu rombongan saat melakoni perjalanan jalur laut dari Pelabuhan Jayapura hingga tiba di lokasi tujuan di Makassar.
Mewakili manajemen Marching Band SMAN 1 Jayapura, Mimi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kekhilafan dan keterbatasan sudut pandang saat memberikan kekecewaan awal di media massa.
“Saya atas nama pembina marching band Gita Suara Burhan SMA Negeri 1 Jayapura menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kami kepada Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya, Bapak Wali Kota Jayapura beserta jajarannya, serta Bapak Gubernur Papua beserta jajarannya, terkait pernyataan kami sebelumnya tentang ‘Tanpa Dukungan Pemda marching band SMAN 1 meraih prestasi gemilang di MIMFEST Makassar,” permohonan maaf Mimi kepada Cenderawasih Pos, Jumat (24/7).
JAYAPURA – Pembina Ekstrakurikuler Marching Band Gita Suara Burhan SMA Negeri 1 Jayapura, Mimi Maryani, S.Pd., M.Si., secara resmi menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terbuka terkait pernyataan yang sempat beredar mengenai ketiadaan dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam keikutsertaan mereka di ajang Makassar International Marching Fest (MIMFEST) 2026.
Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman dan memberikan penjelasan yang terukur mengenai bentuk keterlibatan serta dukungan instansi pemerintah, baik di tingkat Kota Jayapura maupun Provinsi Papua, selama proses keberangkatan tim hingga meraih prestasi.
Dalam keterangan resminya, Mimi Maryani meluruskan bahwa Pemerintah Daerah melalui berbagai dinas dan instansi teknis terkait sebenarnya telah memberikan kontribusi dan kemudahan yang sangat krusial bagi kelancaran operasional tim.
Mimi menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Jayapura memberikan dukungan mendasar berupa perizinan resmi bagi para siswa dan pelatih untuk mewakili daerah di tingkat nasional/internasional. Selain itu, aspek logistik dan mobilitas tim yang membawa puluhan personel beserta peralatan berat dapat terlaksana berkat sinergi dari berbagai instansi perhubungan dan ke pelabuhan.
Dukungan nyata yang diterima tim meliputi bantuan aksesibilitas dan kemudahan pelayanan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut.
Kemudahan akses yang diberikan oleh instansi-instansi tersebut dinilai sangat membantu rombongan saat melakoni perjalanan jalur laut dari Pelabuhan Jayapura hingga tiba di lokasi tujuan di Makassar.
Mewakili manajemen Marching Band SMAN 1 Jayapura, Mimi menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kekhilafan dan keterbatasan sudut pandang saat memberikan kekecewaan awal di media massa.
“Saya atas nama pembina marching band Gita Suara Burhan SMA Negeri 1 Jayapura menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kami kepada Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya, Bapak Wali Kota Jayapura beserta jajarannya, serta Bapak Gubernur Papua beserta jajarannya, terkait pernyataan kami sebelumnya tentang ‘Tanpa Dukungan Pemda marching band SMAN 1 meraih prestasi gemilang di MIMFEST Makassar,” permohonan maaf Mimi kepada Cenderawasih Pos, Jumat (24/7).


















































