Gara-gara HP, Adik Tega Habisi Nyawa Sang Kakak

11 hours ago 3

WAMENA- Gara-gara menanyakan keberadaan sebuah handphone (HP) seorang pemuda berinisial DW (24), nekat menghabisi kakak kandungnya sendiri NW (28) di pasar baru jibama Rabu (15/4) sore.

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, ironisnya pelaku bukan dari kalangan lain namun merupakan adik kandung korban sendiri.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat diduga pelaku (DW) menanyakan keberadaan handphone miliknya kepada korban NW. Namun korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut.

F-OPEN INZETDW yang telah menyerahkan diri Ke SPKT Polres Jayawijaya Kamis (16/4) (foto:Denny/ Cepos )

Mendengar jawaban tersebut, sang adik atau pelaku emosi kemudian mengambil speaker milik korban dan mengancam akan membakarnya, sehingga terjadi adu mulut antara korban dan diduga pelaku.

“Saksi yang berada di tempat kejadian sempat membantu melerai pertengkaran keduanya.

Namun, tiba – tiba diduga pelaku (DW) menikam tubuh korban sebanyak 1 kali, sehingga saat itu juga korban terjatuh dengan kondisi luka tusuk,”jelas Marcelino.

Lanjut Kasat Reskrim, melihat kejadian tersebut, saksi bersama rekan lainnya dan juga diduga pelaku (DW) segera membawa korban ke RSUD Wamena menggunakan ojek dan setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia, lalu korban dibawa ke ruang jenazah untuk keperluan visum, dan hasil pemeriksaan awal, ditemukan 1 luka tusuk pada tubuh korban, dibagian bahu kiri.

WAMENA- Gara-gara menanyakan keberadaan sebuah handphone (HP) seorang pemuda berinisial DW (24), nekat menghabisi kakak kandungnya sendiri NW (28) di pasar baru jibama Rabu (15/4) sore.

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, ironisnya pelaku bukan dari kalangan lain namun merupakan adik kandung korban sendiri.

Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat diduga pelaku (DW) menanyakan keberadaan handphone miliknya kepada korban NW. Namun korban mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut.

F-OPEN INZETDW yang telah menyerahkan diri Ke SPKT Polres Jayawijaya Kamis (16/4) (foto:Denny/ Cepos )

Mendengar jawaban tersebut, sang adik atau pelaku emosi kemudian mengambil speaker milik korban dan mengancam akan membakarnya, sehingga terjadi adu mulut antara korban dan diduga pelaku.

“Saksi yang berada di tempat kejadian sempat membantu melerai pertengkaran keduanya.

Namun, tiba – tiba diduga pelaku (DW) menikam tubuh korban sebanyak 1 kali, sehingga saat itu juga korban terjatuh dengan kondisi luka tusuk,”jelas Marcelino.

Lanjut Kasat Reskrim, melihat kejadian tersebut, saksi bersama rekan lainnya dan juga diduga pelaku (DW) segera membawa korban ke RSUD Wamena menggunakan ojek dan setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal dunia, lalu korban dibawa ke ruang jenazah untuk keperluan visum, dan hasil pemeriksaan awal, ditemukan 1 luka tusuk pada tubuh korban, dibagian bahu kiri.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|