WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ledakan besar di sektor peternakan nasional sedang disiapkan diam-diam. Bukan di Boyolali atau Karanganyar, Wonogiri maupun Sragen, melainkan di wilayah Pantura.
Adalah di Brebes, sebuah mega proyek peternakan sapi perah skala raksasa siap mengubah peta industri susu Indonesia.
Peternakan sapi perah terpadu (mega farm) berkapasitas 30 ribu ekor akan dibangun oleh PT Global Dairy Bersama dengan skala yang belum pernah ada sebelumnya. Proyek ini bukan sekadar besar — tapi disebut-sebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia.
“Kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng baru baru ini.
Dampaknya tidak main-main. Mega farm ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. Saat ini, produksi dalam negeri baru sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai 4,7 juta ton. Artinya, Indonesia masih bergantung hampir 80 persen dari impor.
Dengan masuknya Brebes ke peta besar ini, tekanan impor bisa mulai digoyang.
“Dengan tambahan produksi dari Brebes, ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, posisi Jawa Tengah juga berpotensi naik drastis. Selama ini masih di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat, tapi proyek ini bisa jadi game changer.
“Kalau ini berjalan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambahnya.
Mega farm ini dirancang super serius. Pemerintah pusat sudah menyiapkan dukungan penuh, mulai dari impor bibit sapi unggul dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, sampai penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah ancaman penyakit seperti PMK dan LSD.
Dari sisi konsep, proyek ini bukan peternakan biasa. Ini ekosistem lengkap.
“Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelas perwakilan perusahaan, Ihsan Mulia Putri.
Dengan luas lahan mencapai 710 hektare, sistem yang digunakan adalah close loop system:
• Limbah ternak diolah jadi biogas
• Sisa olahan jadi pupuk
• Air didaur ulang untuk efisiensi
• Pakan diproduksi sendiri
Target produksinya juga bikin melongo: 180 ribu ton susu per tahun.
Tak hanya itu, fasilitas pendukung juga disiapkan:
✓ Pabrik pengolahan susu
✓ Pabrik pakan ternak
✓ Perkebunan jagung untuk suplai pakan
✓ Sistem energi berbasis limbah
“Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat,” ungkapnya.
Dampak ke masyarakat juga besar. Proyek ini akan:
✓ Libatkan sekitar 5.000 petani untuk suplai pakan
✓ Gandeng 8.000 peternak lokal
✓ Buka ribuan lapangan kerja baru
✓ Dongkrak ekonomi daerah secara langsung
“Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan.
Persiapan lahan akan dimulai Juni 2026, dan ditargetkan rampung serta mulai operasional pada akhir 2027, dengan first milking pada Desember 2027.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyebut proyek ini sebagai peluang emas yang jarang terjadi.
“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional. Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,” ujarnya.
Jika berjalan sesuai rencana, Brebes bukan cuma dikenal sebagai kota bawang — tapi bisa berubah jadi pusat kekuatan baru industri susu Indonesia. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 hours ago
3


















































