Harga Gas Melon Tembus Rp 26 Ribu, Warga Sragen Menjerit, Pemkab Turun Tangan

3 weeks ago 13
Ilustrasi warga membawa tabung gas melon atau gas LPG 3 Kg || Huri Yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Baru baru ini masyarakat Sragen menggeluhkan kelangkaan gas Elpiji 3 Kg dan harga pertabung tembus Rp 26000, bebera wilayah yang menggeluhkan kelangkaan dan harga mahal meliputi wilayah Desa Gading, Kecamatan Tanon, Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sangiran dan Desa Bukuran Kecamatan Kalijambe serta wilayah Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Pada awak media di Sragen, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Sragen, Cosmas Edwi Yunanto ikut angkat bicara mengenai sulitnya warga mendapatkan gas LPG 3 Kg bersubsidi ini. Menurut Cosmas, salah satu penyebab kelangkaan adalah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Musim kemarau membuat banyak warga menggunakan gas untuk menyedot air, sehingga kebutuhan melonjak,” kata Cosmas pada Rabu (6/8/2025).

Untuk mengatasi masalah ini, pihak dinas telah berkoordinasi dengan Pertamina dan mengajukan permohonan penambahan kuota.

“Minggu ini akan dikirim tambahan di luar kuota harian, sebanyak 16.540 tabung,” jelasnya.

Ia juga menepis isu yang beredar di masyarakat bahwa jatah gas Sragen dialihkan ke wilayah lain.

“Secara resmi tidak mungkin kalau alokasi untuk wilayah Sragen dipindahkan ke alokasi wilayah lain,” tegasnya.

Seperti berita sebelumnya, Gas LPG mengalami kelangkaan dan harga ugal-ugalan dan mahal tembus 26000.
Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM sejumlah titik gas LPG 3 Kg langka dan harga mahal ada beberapa titik di Sragen barat, meliputi wilayah Desa Gading, Kecamatan Tanon terpantau harga pertabung gas LPG 3 Kg diharga Rp 23000, sedangkan di wilayah Desa Ngandul, Sumberlawang tembus di harga tertinggi 26000 pertabung.

“Iya langka dan harga mahal sudah hampir satu bulan ini, harga biasanya 19 ribu terus karena langka kemarin di toko pengecer tempat anaknya pak Haji Sutrisno diharga 25 ribu, tempat bu Sadirah sebelah terminal Sumberlawang 25 ribu, pak udin toko pojokan terminal 21 ribu, tidak hanya titik titik itu di pengecer tengah kampung lain juga di harga 22 ribu. Kalau di sumber cepoko malah 21 ribu, karena kita cari benar benar sulit ya ada barang itu ya terpaksa kita beli meskipun harga sangat mahal karena kita butuh,” kata warga berinisial M (50) salah satu warga Desa Ngandul, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah pada JOGLOSOMARNEWS.COM Rabu (6/8/2025).

M juga berharap di tengah situasi saat ini yang dirasa semakin sulit, pemerintah diminta benar benar turun mengatasi masalah ini. Jika harga gas LPG dibiarkan seperti saat ini akan menjadi polemik berkelanjutan.

“Harapanya kondisi segera kembali normal dan jangan menyusahkan masyarakat disituasi seperti ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, panataun terbaru di wilayah Sangiran, Desa Krikilan dan Desa Bukuran Kalijambe, Sragen juga mengalami kelangkaan dan harga mengalqmi kenaikan biasanya 19 ribu saat ini terpantau di harga 20 ribu sampai 22 ribu di tingkat pengecer.

Selqin itu, kelangkaan juga terasa hampir merata di berbagai wilayah Sragen. Di Kecamatan Karangmalang, misalnya, pantauan di Kroyo dan Puro menunjukkan kondisi yang sama. Sulitnya mencari gas melon mulai dikeluhkan.

Bahkan, di Pangkalan SPBU Taman Asri, petugas hanya bisa menjanjikan stok baru akan datang pada Senin besok. Kondisi serupa juga terlihat di Gambiran, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, di mana sejumlah pangkalan gas tak ragu memasang tulisan “Gas Habis” sebelum pembeli sempat bertanya.

Jika pun ada, gas Elpiji 3 kg hanya bisa didapatkan di tingkat pengecer dengan harga yang mencekik, mencapai Rp 24.000 per tabung, jauh di atas HET Rp 18.000.

Demikian di wilayah Kecamatan Tangen, konsumen harus rela membeli dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 23.000 hingga Rp 25.000. “Sulit, tapi ya masih ada yang jual,” ujar Sri, seorang konsumen di Kecamatan Tangen.

Kelangkaan gas Elpiji 3 kg ini menimbulkan dugaan adanya permainan di tingkat distribusi. Sempat beredar isu bahwa gas untuk wilayah Sragen dialihkan ke daerah lain, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|