SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kabar mengenai siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo yang mengalami kesurupan, viral di media sosial, Sabtu, (26/07/2025) malam kemarin.
Dalam akun instagram @solokini tampak orang tua panik sampai mendatangi sekolah yang berada di Komplek Sentra Terpadu Prof. Dr Soeharso, Jebres, Solo pada tengah malam.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo, Septhina Shinta Sari, saat dikonfirmasi membantah soal kabar adanya siswa yang disebut mengalami kesurupan tersebut.
“Itu ga kesurupan. Itu awalnya anak-anak yang putri salah satu nangis karena kecapekan, kelelahan. Karena ada banyak kegiatan awal mulanya itu sebenarnya. Menangis, kemudian temannya melihat. Jadi mungkin takut atau bagaimana jadi beberapa menangis, bukan (kesurupan),” terang Septhina.
Septhina menjelaskan bahwa Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso juga merupakan seorang dokter yang dapat memahami kondisi tersebut.
Sehingga yang dialami siswa saat itu adalah kelelahan yang sangat. Kemudian ingin meluapkan emosinya namun belum bisa menghandel rasa panik.
“Jadi itu meluapkan dengan cara menangis. Kejadian Sabtu malam sekitar isya jam 7. Pas anak-anak megang hp. Kemudian ada beberapa anak miss komunikasi atau langsung whatsapp ke beberapa orang tua. Lalu ada beberapa orang tua yang geser ke sekolah yang pengen tau sebenarnya seperti apa,” jelasnya.
Meski demikian kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Karena ada guru wali dan juga dinas sosial yang membantu untuk menenangkan siswa-siswa.
“Ada beberapa orang tua yang memang pengen ketemu anak-anaknya kami ijinkan. Kami tenangkan dan ditemani guru, anak-anak sudah bisa terkendali,” ujarnya.
Septhina kemudian mengutarakan bahwa para siswa sudah selama 2 minggu mengikuti kegiatan yang terjadwal dan kemudian secara bersama-sama.
Mungkin beberapa anak ini ga terbiasa dengan segala sesuatu yang terjadwal bersama-sama. Sehingga membuat siswa capek.
Kemudian disaat yang bersamaan ada beberapa yang kangen orang tuanya pengen pulang.
“Jadi pada saat yang sama mereka meluapkan emosinya jadi nangis. Sudah sejak Senin, 14 Juli kemarin kan mereka bersekolah. Hal yang wajar sekali ketika mereka ingin pulang kan ga terbiasa di asrama. Ya lebih ke psikis mereka kuk ga pulang,” papar Septhina.
Septhina kemudian menjelaskan bahwa untuk siswa pulang ke rumah sendiri itu ada aturannya. Namun jika orang tua ingin menjenguk dipersilahkan.
“Sebagai komitmen awal inikan asrama. Jadi pulang ada ketentuannya, memang peraturan. Tapi kalau orang tua mau jenguk silahkan. Kalau kepulangan belum ada arahan dari pusat. Pasti ketika liburan iya ada aturan nanti berapa bulan sekali sesuai arahan pak wali diajak untuk nonton event olahraga gitu bisa keluar. Tapikan bukan dalam waktu 2 minggu awal. Inikan baru 2 minggu awal belum bisa pulang,” tandasnya. Ando
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.