Hiperteks: Eksplorasi Nilai Kearifan Lokal Melalui Iklan Model Pembelajaran Deep Learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur

14 hours ago 5

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan penelitian dasar atau penelitian terapan pada April-Mei 2026.

Penelitian berjudul Hiperteks: Eksplorasi Nilai Kearifan Lokal Melalui Iklan Model Pembelajaran Deep Learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur. Penelitian ini didanai oleh UMN Al-Washliyah berdasarkan perjanjian pelaksanaan penugasan penelitian dosen tahun 2025.

Tim peneliti terdiri Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D (ketua penelitian), Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, Sutarini, S.Pd, M.Pd, Slamet Riadi dan Aita Maharani. Sedangkan Prof. Dr. Samsul Bahri, M.Si (kordinator research group) dan Dr. Alkausar Saragih, M.PdI (ketua LPPI).

Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (4/6) menjelaskan bahwa deep learning bukanlah konsep baru. Tetapi merupakan pendekatan pembelajaran yang fokus pada pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa melalui interaksi sosial dan emosional serta meningkatkan keterampilan seperti pemecahan masalah, inovasi dan kerja sama.

“Peneliti mengimplementasikan pembelajaran deep learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur pada materi teks iklan kelas VIII yang diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal,” katanya.

Penelitian deskriptif, lanjutnya, merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seseorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka.

“Siswa sangat antusias dengan pembelajaran berbasis teknologi. Karena hal tersebut, peneliti akan mengimplementasi pembelajaran digital yang diintegrasikan dengan kearifan lokal,” kata ketua tim peneliti.

Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D menerangkan bahwa media pendukung digunakan adalah hiperteks yang mampu memadukan beberapa media sesuai kebutuhan. Bisa pula menyediakan link ke bagian-bagian lain yang bisa memperkaya atau memperdalam pemahaman siswa.

Sedangkan iklan, jelas ketua tim peneliti, menjadi sebuah jalan untuk menciptakan kondisi budaya atau sosial yang ideal dan menjadi seseorang seperti yang diinginkannya. “Siswa diberi tugas membuat iklan dengan unsur kearifan lokal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini menjadi dasar untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sesuai dengan kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam. (dmp)

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan penelitian dasar atau penelitian terapan pada April-Mei 2026.

Penelitian berjudul Hiperteks: Eksplorasi Nilai Kearifan Lokal Melalui Iklan Model Pembelajaran Deep Learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur. Penelitian ini didanai oleh UMN Al-Washliyah berdasarkan perjanjian pelaksanaan penugasan penelitian dosen tahun 2025.

Tim peneliti terdiri Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D (ketua penelitian), Prof. Sutikno, M.Pd, Ph.D, Sutarini, S.Pd, M.Pd, Slamet Riadi dan Aita Maharani. Sedangkan Prof. Dr. Samsul Bahri, M.Si (kordinator research group) dan Dr. Alkausar Saragih, M.PdI (ketua LPPI).

Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (4/6) menjelaskan bahwa deep learning bukanlah konsep baru. Tetapi merupakan pendekatan pembelajaran yang fokus pada pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa melalui interaksi sosial dan emosional serta meningkatkan keterampilan seperti pemecahan masalah, inovasi dan kerja sama.

“Peneliti mengimplementasikan pembelajaran deep learning di SMP Negeri 1 Halongonan Timur pada materi teks iklan kelas VIII yang diintegrasikan dengan nilai kearifan lokal,” katanya.

Penelitian deskriptif, lanjutnya, merupakan strategi penelitian dimana didalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seseorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka.

“Siswa sangat antusias dengan pembelajaran berbasis teknologi. Karena hal tersebut, peneliti akan mengimplementasi pembelajaran digital yang diintegrasikan dengan kearifan lokal,” kata ketua tim peneliti.

Rahmat Kartolo, M.Pd, Ph.D menerangkan bahwa media pendukung digunakan adalah hiperteks yang mampu memadukan beberapa media sesuai kebutuhan. Bisa pula menyediakan link ke bagian-bagian lain yang bisa memperkaya atau memperdalam pemahaman siswa.

Sedangkan iklan, jelas ketua tim peneliti, menjadi sebuah jalan untuk menciptakan kondisi budaya atau sosial yang ideal dan menjadi seseorang seperti yang diinginkannya. “Siswa diberi tugas membuat iklan dengan unsur kearifan lokal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini menjadi dasar untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sesuai dengan kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam. (dmp)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|