Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani tampak sibuk membantu menyalurkan takjil kepada barongsai untuk diberikan kepada warga yang tengah mengantre | Foto: Fernando Fitusia SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Senin (23/2/2026) sore itu langit nampak mendung. Dua barongsai dan panitia bersama imlek Kota Solo tampak menyiapkan pembagian takjil untuk warga Kota Solo.
Sebuah spanduk bertuliskan selamat menunaikan ibadah puasa. Ramadhan 1447 H/2026 dibentangkan di depan Plasa Balaikota Surakarta.
Tampak kontras atraksi dua barongsai melenggak-lenggok berjoget dengan lagu dari Opick berjudul “Ramadhan Tiba” menarik perhatian warga Solo. Tak sedikit pengguna jalan yang melintas di depan Plasa Balaikota berhenti untuk menyaksikan atraksi dua barongsai tersebut.
Namun tak berselang lama, sekitar 20 menit kemudian, tiba-tiba hujan turun. Kedua barongsai dan para panitia bersama imlek harus bergeser menuju depan Pendapi Gede Balaikota Surakarta. Warga yang awalnya menyaksikanpun harus turut bergeser untuk berteduh.
Sebagai wujud toleransi, dua barongsai ini sedang beraksi mengikuti iringan lagu Opick berjudul Ramadhan Tiba | Foto: Fernando FitusiaDi sana panitia bersama imlek kembali menyiapkan makanan ringan takjil untuk dibagikan kepada warga. Wargapun tampak langsung mengantre berbaris ke belakang.
Kehadiran Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.E., S.S., M.B.A menambah semangat pembagian takjil yang diinisiasi oleh Panitia Bersama Imlek, Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) bekerja sama dengan Asosiasi Pusat Belanja Indonesia (APBI) tersebut.
Gendang yang ditabuh oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani menandai dimulainya pembagian takjil di depan Pendapi Gede Balaikota Surakarta tersebut. Meskipun dalam suasana hujan yang sangat deras.
Kedua barongsai berwarna hitam dan juga putih itu tampak membagikan satu persatu takjil untuk berbuka puasa yang berisi kurma, roti, prastel, dan juga air putih tersebut.
Yang menarik, Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani juga tampak sibuk membantu menyalurkan takjil tersebut kepada dua buah barongsai. Agar lanjut diberikan kepada warga yang tengah mengantre.
Ningsih, salah seorang warga pendatang dari Aceh baru satu bulan di Kota Solo mengaku kagum dan antusias melihat perayaan imlek di Kota Solo. Terlebih lagi warga Tionghoa ikut membagikan takjil kepada warga yang ingin berbuka puasa.
“Ini unik, kebetulan kami pendatang dari Aceh baru sebulan disini jadi bawa anak-anak. Anak-anak senang bagi takjilnya ada barongsai. Kemudian tadi sebelum dibagikan barongsainya joget unik. Pakai lagu Marhaban, tapi suasananya imlek, baguslah,” ungkapnya.
Dengan wajah penuh antusias, Ningsih berharap kegiatan seperti ini dapat dilestarikan dan juga dikembangkan.
Senada dengan Ningsih, Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani mengapresiasi sebuah harmonisasi yang sangat indah di Kota Solo tersebut.
“Ini wujud Kota Solo sebagai kota inklusi, kota yang toleran. Kita hidup berdampingan kebetulan ada banyak momen yang sangat indah untuk dirayakan bersama. Mulai dari perayaan imlek, melihat ada barongsai sore hari ini sangat akrab dengan seluruh masyarakat. Dengan pembagian takjil menjelang berbuka puasa,” ungkapnya.
Astrid mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kota Solo dapat menjadi percontohan. Bahwa Kota Solo tetap konsisten untuk bisa saling menghormati dan menghargai.
Di lain pihak, Ketua Panitia Bersama Imlek Kota Solo, Sumartono Hadinoto, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengadakan acara pembagian takjil tersebut. Dikarenakan kebetulan di pertengahan imlek ada saudara-saudara dari umat Islam yang sudah memulai melakukan ibadah puasa.
“Untuk itu panitia bersama imlek mengadakan acara pembagian makanan kecil untuk saudara kita yang berpuasa. Dimulai hari ini hingga nanti 3 Maret penutupan cap go meh di Balaikota Solo. Sehingga setiap sorenya kami panitia bersama imlek bekerja sama dengan APBI Soloraya menyiapkan makanan ringan sebanyak 300 pack untuk mereka yang berpuasa,” terangnya.
Tidak hanya lewat pembagian takjil kepada warga yang ingin berbuka puasa. Untuk menambah toleransi di Kota Solo, panitia bersama imlek juga menjajarkan lampion imlek bersama dengan lampion ramadhan. Di depan plasa Balaikota Solo hingga di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
“Termasuk di depan Plasa Balaikota ini ada masjid yang bernuansa Tionghoa yaitu Masjid Muhammad Cheng Hoi. Kemudian gapura imleknya juga sangat indah. Karena sebagian nuansa imlek, sebagian nuansa Ramadhan,” jelasnya.
Dengan penuh harapan, Sumartono ingin toleransi di Kota Solo dapat dirawat dan dijaga bersama. Agar di Kota Solo ke depan kebhinekaan semakin nyata dan menjadi percontohan bagi kota lain.
“Kami sangat bangga karena termasuk salah satu yang diundang untuk bersama-sama ikut panitia imlek nasional pada tanggal 26 Februari di Jakarta,” ujar Sumartono. [Fernando Fitusia]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

7 hours ago
4
















































