Sejumlah siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tengah berdiskusi di salah satu sudut ruang baca Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Surakarta, Rabu (15/4/2026) | HamdaniSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta yang biasanya lengang, Rabu (15/4/2026) pagi, mendadak riuh. Ratusan siswa berseragam batik hijau memenuhi ruang-ruang perpustakaan.
Mereka adalah siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 7 Surakarta di Jalan Tentara Pelajar. Didampingi Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan, Dra. Sadtiti, serta sejumlah guru, para siswa mengikuti kunjungan edukatif untuk memperluas wawasan melalui literasi pustaka.
Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kesiswaan, Dra. Sadtiti | HamdaniKepada Joglosemarnews, Dra. Sadtiti menjelaskan, kegiatan kunjungan ke Perpustakaan Kota Surakarta tersebut baru pertama kali diadakan, khusus bagi siswa kelas 7.
“Setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk mencari referensi dan berdiskusi, akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung sekaligus bersilaturahmi ke Dispersip ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kunjungan ke perpustakaan sangat penting untuk mengalihkan perhatian siswa yang selama ini cenderung terfokus pada gawai, menuju aktivitas membaca buku yang lebih mendalam.
Sadtiti juga mengapresiasi fasilitas Dispersip yang dinilai ramah pengunjung. Ruangan yang luas, sejuk, serta dilengkapi akses WiFi dinilai sangat mendukung suasana belajar dan membaca.
Para siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tengah memilih-milih buku untuk dibaca dan didiskusikan bersama | HamdaniSelain mendapatkan penjelasan mengenai prosedur peminjaman buku, para siswa juga berkesempatan menyaksikan film di ruang audio visual enam dimensi.
Salah satu siswa, Danika, mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Ia mendapatkan banyak referensi buku yang lengkap dan menarik.
“Ini pengalaman pertama saya berkunjung ke perpustakaan Kota Solo,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pustakawan pelaksana Dispersip Solo, Nina Dewi. Ia mengaku senang atas kunjungan para siswa, sekaligus menilai pentingnya mengenalkan perpustakaan sejak dini di tengah derasnya arus budaya digital.
Menurutnya, membaca buku tetap memiliki manfaat yang lebih komprehensif dibandingkan sekadar mengonsumsi informasi singkat melalui gawai.
“Saya sangat mengapresiasi sekolah-sekolah yang mengajak siswanya berkunjung ke perpustakaan,” tuturnya.
Ke depan, Nina mengusulkan agar kunjungan perpustakaan dapat dirancang lebih terarah. Salah satunya dengan menyiapkan buku saku penugasan bagi siswa sebelum kunjungan dilakukan.
“Dengan begitu, siswa sudah memiliki rencana sejak awal—apa yang akan dilakukan, buku apa yang dicari, dan hasil apa yang akan dibuat. Buku saku itu nantinya bisa dikumpulkan untuk dinilai oleh guru,” jelasnya. [Hamdani]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

5 days ago
18

















































