Wonogiri Minta Bantuan Mendag Buat Bangun Pasar Wonogiri

5 hours ago 2
KebakaranPasar Wonogiri terbakar. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pasar Kota Wonogiri yang sebelumnya menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat kini masih menyisakan luka besar setelah dilalap api hebat pada Senin, 6 Oktober 2025. Dampaknya bukan sekadar bangunan hangus, tapi juga memukul aktivitas perdagangan ribuan pedagang yang menggantungkan hidup di sana.

Melihat kondisi ini, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno langsung bergerak cepat. Pada Kamis (9/4/2026), ia memimpin audiensi penting dengan Menteri Perdagangan RI di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta. Langkah ini bukan basa-basi, tapi upaya konkret untuk mencari solusi atas kebutuhan anggaran pembangunan kembali Pasar Wonogiri yang tembus lebih dari Rp107 miliar.

Melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, dalam pertemuan tersebut, Bupati Setyo datang tidak sendirian. Ia membawa jajaran penting Pemkab Wonogiri untuk memperkuat posisi negosiasi, mulai dari Sekda, perwakilan DPRD melalui Ketua Komisi II, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, hingga kepala dinas teknis terkait seperti PUPR dan Dinas Perdagangan KUKM.

Di hadapan Kementerian Perdagangan, Bupati Setyo menegaskan satu hal krusial: Pasar Kota Wonogiri bukan sekadar tempat jual beli, tapi pusat perputaran ekonomi rakyat. Jika pembangunan kembali terus tertunda, maka dampaknya akan semakin meluas, mulai dari penurunan daya beli hingga terganggunya stabilitas ekonomi lokal.

Masalah utamanya jelas—anggaran. Dengan kebutuhan pembangunan yang diperkirakan menembus Rp107 miliar, kondisi fiskal Kabupaten Wonogiri saat ini belum cukup kuat untuk menanggung beban sebesar itu sendirian. Karena itu, dukungan pemerintah pusat menjadi kunci.

✓ Pasar terbakar hebat dan lumpuh total sejak Oktober 2025
✓ Ribuan pedagang terdampak kehilangan tempat usaha
✓ Kebutuhan anggaran tembus lebih dari Rp107 miliar
✓ APBD Wonogiri belum mampu menutup seluruh kebutuhan
✓ Pemkab resmi minta intervensi dan dukungan Kemendag

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Wonogiri juga sekalian “menjual” potensi daerah. Dalam audiensi tersebut, Bupati Setyo mendorong agar Kementerian Perdagangan turut membuka akses ekspor bagi produk unggulan Wonogiri.

Produk seperti:
• Olahan pangan khas daerah
• Kerajinan berbasis kearifan lokal
• Produk fesyen UMKM

dinilai punya peluang besar menembus pasar internasional jika didukung fasilitasi yang tepat.

Respons dari Kementerian Perdagangan cukup positif. Pemerintah pusat menyatakan siap memberikan dukungan, baik dalam percepatan pembangunan pasar maupun penguatan sektor perdagangan melalui program promosi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga akses pasar global.

Langkah ini menjadi krusial karena pembangunan kembali Pasar Wonogiri bukan hanya soal membangun gedung baru, tetapi juga memulihkan kepercayaan dan roda ekonomi masyarakat. Tanpa percepatan, potensi kerugian ekonomi akan terus membesar.

Kini, harapan tertuju pada sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Jika bantuan benar-benar turun, bukan tidak mungkin Pasar Wonogiri akan bangkit lebih modern, lebih tertata, dan kembali menjadi pusat ekonomi yang hidup. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|