Istana dan Golkar Kompak Bantah Isu Munaslub

3 weeks ago 17
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang menerpa Partai Golkar dalam beberapa waktu belakangan ini, langsung menuai respons dari sejumlah tokoh.

Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, istana tidak terlibat dalam dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

Prasetyo yang juga politisi Partai Gerindra itu menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin dikaitkan dengan spekulasi politik di tubuh partai manapun, termasuk Golkar. “Tolong jangan segala sesuatu dikaitkan dengan istana,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Ia menggarisbawahi bahwa pemerintah saat ini lebih memilih fokus menjalankan program kerja Presiden Prabowo Subianto, seperti percepatan distribusi program makan bergizi gratis. “Misalnya program makan bergisi gratis itu diharapkan sesegera mungkin semua mendapatkan,” tambahnya.

Demikian  pula  sejumlah petinggi Partai Golkar juga turut memberikan klarifikasi untuk meredam rumor pergantian kepemimpinan lewat Munaslub. Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menampik keras isu tersebut. Dalam pernyataannya saat menghadiri Musda Golkar Kalimantan Selatan, ia menyindir sumber kabar yang dinilai tidak kredibel. “Masak mau dipercaya berita yang enggak ada sumbernya, piye toh,” cetusnya.

Ketua DPP Golkar Nusron Wahid pun menegaskan bahwa tidak pernah ada pembicaraan terkait Munaslub, baik di internal partai maupun di lingkar Istana. Ia mengaku justru lebih banyak membahas isu-isu substansial, seperti pengentasan kemiskinan dan swasembada pangan.

“Topik kita hari ini adalah topik tentang pengentasan kemiskinan… Tidak ada topik-topik seperti yang saudara sebutkan tadi,” tegas Menteri ATR/BPN itu.

Nada serupa juga disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Meutya Hafid. Menurutnya, kabar mengenai Munaslub sengaja dihembuskan untuk memecah soliditas partainya. Ia menekankan bahwa Golkar sedang bekerja mengawal jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo.

“Tidak ada rencana untuk mengadakan Munaslub,” kata Meutya, Senin (4/8/2025).

Ia juga menyebut bahwa seluruh kader Golkar di semua tingkatan sedang mengarahkan tenaga untuk mendukung program prioritas pemerintah.

“Bahkan kami meyakini seluruh kader Partai Golkar di pusat sampai ke tingkat desa tengah fokus mengawal program-program Bapak Presiden yang berdampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.

Meutya turut menambahkan, Golkar justru sedang mempercepat pelaksanaan Musda di 38 provinsi yang ditargetkan rampung sebelum akhir tahun ini. Ia menilai, hal itu menjadi bukti bahwa partainya tengah bergerak maju, bukan terpaku pada isu Munaslub.

Dukungan terhadap stabilitas internal Golkar juga datang dari Wakil Ketua Umum lainnya, Nurul Arifin. Ia menganggap isu Munaslub bukan hal baru dalam sejarah partai, dan tidak pernah sampai mengganggu kekompakan kader.

“Isu munaslub ini kan bukan hal baru. Dari dulu Golkar sudah terbiasa dengan dinamika seperti ini,” katanya.

Menurut anggota Komisi I DPR tersebut, Golkar memiliki mekanisme demokratis untuk menyikapi berbagai perbedaan. Ia memastikan bahwa jalur penyelesaian selalu ditempuh dengan cara-cara elegan sesuai aturan partai. “Kami ingin energi kader diarahkan untuk kerja-kerja politik yang produktif, bukan terjebak dalam isu-isu yang sifatnya spekulatif,” pungkasnya.

Dengan sejumlah bantahan itu, baik dari kalangan pemerintahan maupun elite Golkar sendiri, sinyal yang disampaikan cukup jelas: Istana memilih fokus bekerja, sementara Golkar menyatakan tetap solid menghadapi dinamika internalnya. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|