Jambore Ranting Giritontro 2025 Heboh! Peserta Belajar Bareng Damkar, Tangkap Ular Jinakkan Lebah hingga Lepas Cincin dari Jari

2 weeks ago 14
DamkarPelatihan bersama Damkar Wonogiri dan peserta Jambore Ranting Pramuka Giritontro. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Lapangan Giritontro Wonogiri, Selasa (12/8/2025) pagi, berubah menjadi lautan seragam pramuka. Ratusan pramuka penggalang dari SD/MI hingga SMP/MTs se-Kecamatan Giritontro tumplek blek mengikuti Jambore Ranting (Jamran) 2025 yang digelar 12–14 Agustus. Sorak yel-yel menggema, menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Acara dibuka oleh Camat Giritontro, Sangga Ota Kharisma, selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (KAMABIRAN). Dalam sambutannya, ia menegaskan pramuka adalah wadah pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler.

Ketua Panitia Marsudhi Wibowo menjelaskan, tahun ini Jamran diikuti 480 peserta, terdiri dari 240 putra dan 240 putri, mewakili 32 regu penggalang SD/MI dan 8 regu penggalang SMP/MTs. Mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, kegiatan ini mendorong semangat persatuan dan kerja sama menghadapi tantangan masa depan.

8 Kegiatan Utama, Materi Damkar Seru dan Ditunggu

Peserta mengikuti delapan kelompok kegiatan, mulai dari keagamaan, pendidikan dan seni budaya, scouting skills, pengetahuan baris-berbaris, penyuluhan Damkar, bakti sosial, hingga lomba prestasi.

Yang paling menyita perhatian adalah materi penanggulangan kebakaran dari tim pemadam kebakaran alias Damkar Wonogiri. Tak hanya teori, peserta juga menyaksikan aksi nyata seperti cara melepaskan cincin yang macet di jari, menangkap ular, hingga menjinakkan lebah.

“Ini pertama kali kami hadirkan materi ini. Mengingat musim kemarau rawan kebakaran dan berbagai ancaman lingkungan, peserta perlu dibekali keterampilan penanganan yang tepat,” ujar Marsudhi.

Tak Sekadar Latihan, Penuh Nilai Hidup

Selain materi inti, peserta menikmati api unggun, pentas seni, lomba yel-yel, lomba masak, hingga permainan tradisional. Di balik keceriaan, mereka belajar disiplin, peduli lingkungan, dan kerja sama tim — mulai dari memasang tenda rapi, mengatur logistik makan, hingga menjaga kebersihan perkemahan.

Dengan dukungan pemerintah kecamatan, sekolah, dan masyarakat, Jamran Giritontro 2025 menjadi lebih dari sekadar perkemahan. Ini adalah laboratorium karakter yang melahirkan generasi muda tangguh, terampil, dan peduli.

“Harapan kami, ilmu dan pengalaman di sini mereka terapkan di rumah, sekolah, dan masyarakat,” tutup Marsudhi. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|