Jogja International Kite Festival 2025 Dimulai, Pantai Parangkusumo Disulap Jadi Langit Penuh Warna

1 month ago 20
Ilustrasi festival layang-layang | pixabay

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM Festival layang-layang bertaraf internasional kembali menyapa langit Bantul. Bertajuk Jogja International Kite Festival (JIKF) 2025, ajang ini digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (26–27/7/2025), di kawasan Pantai Parangkusumo, Kapanewon Kretek.

Pagelaran spektakuler ini menghadirkan pesona visual dari puluhan layang-layang unik, yang tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, namun juga dari luar negeri.

Ketua Panitia JIKF 2025, Anang Saryanto, mengungkapkan festival ini diikuti oleh pelayang dari enam negara, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Slovenia, Slovakia, dan Malaysia. “Mereka membawa sekitar 35 layang-layang yang akan tampil dalam kategori eksebisi,” ujar Anang saat pembukaan acara.

Sementara dari dalam negeri, partisipasi datang dari sekitar 25 klub pelayang dari berbagai kota seperti Cilacap, Magelang, Lampung, Solo, Kebumen, hingga Kalimantan Selatan. “Kegiatan tahun ini untuk yang nasional kurang lebih sekitar 200 layang-layang yang kita lombakan,” imbuhnya.

Kategori lomba meliputi layang-layang tradisional khas Yogyakarta, layangan dua dimensi (flat kite), serta tiga dimensi berbentuk ruang dengan berbagai desain kreatif.

Rekayasa Lalin

Demi kelancaran dan kenyamanan pengunjung, jajaran Polres Bantul bersama Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik yang berdekatan dengan lokasi acara.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan pengaturan arus dilakukan guna mencegah kepadatan kendaraan seperti yang terjadi pada gelaran tahun sebelumnya.

“Sehubungan dengan kegiatan Jogja International Kite Festival 2025 di Pantai Parangkusumo maka akan diberlakukan rekayasa arus lalu lintas,” ujar Jeffry, Jumat (25/7/2025).

Pengendara dari arah Jalan Parangtritis diarahkan melalui TPR Induk Parangtritis untuk masuk ke area wisata. Sedangkan kendaraan dari arah TPR tidak diperbolehkan belok kanan di simpang tiga JJLS maupun simpang tiga Hotel Gandung.

“Untuk arus balik dari Pantai Parangtritis atau arah Gunungkidul, kendaraan diarahkan keluar melalui simpang tiga Hotel Gandung atau simpang tiga JJLS menuju Jalan Samas,” jelasnya.

Ruas dari Hotel Gandung menuju Pantai Depok akan diberlakukan satu arah. Kendaraan dari arah Jalan Samas juga akan diarahkan memutar agar tidak menuju TPR Induk secara langsung.

“Kami imbau masyarakat agar masuk melalui TPR Parangtritis dan keluar lewat Jalan Samas agar tidak bertemu arus yang berlawanan,” tegas Jeffry.

Dorong Wisata dan Budaya Lokal

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, memberikan apresiasi atas terselenggaranya JIKF 2025 yang didukung Dana Keistimewaan (Danais) dari Pemda DIY. Ia menyebut festival ini menjadi magnet wisata dan dapat menumbuhkan geliat ekonomi warga sekitar.

“Dengan festival ini, kunjungan wisata di Kabupaten Bantul dapat meningkat secara signifikan, dan dapat menghasilkan kesejahteraan bagi warga Bantul,” kata Bupati.

Menurutnya, Pantai Parangkusumo bukan hanya destinasi populer, tetapi juga sarat nilai budaya dan spiritual yang menjadikannya tempat ideal untuk menggelar festival berskala internasional.

“Mudah-mudahan festival layang-layang ini terus berjalan secara lestari, sehingga menjadi tradisi, menjadi kalender event pariwisata di Kabupaten Bantul yang bisa diandalkan bagi masyarakat DIY,” ujarnya.

Langit Parangkusumo kembali bersolek, mewarnai langit dengan bentangan layang-layang aneka rupa. Bagi masyarakat maupun wisatawan, festival ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga wujud pelestarian budaya yang dibalut kreativitas global. [*] Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|