Kader PDIP Solo Buka Suara Usai Namanya Terseret Kasus Dugaan Penipuan Berkedok MBG

2 weeks ago 14
Mantan anggota DPRD Solo, Paulus Haryoto. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kader PDIP sekaligus mantan anggota DPRD Solo Paulus Haryoto buka suara setelah namanya terseret kasus dugaan penipuan berkedok mitra penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh Yayasan Barisan Nasional (Barnas). Paulus mengungkapkan dirinya tidak terlibat dalam program tersebut sama sekali.

Kendati demikian, ia tidak menampik mengenal sosok Ketua Yayasan Barnas, Ery Primasari Kusuma. Menurutnya, ia dan Ery merupakan teman lama.

“Jadi perlu saya jelaskan bahwa memang hubungan saya dengan Ketua Barnas, mbak Ery itu sudah lama terjalin pertemanan. Saling memberikan bantuan dan informasi kegiatan. Jadi sudah lama kenalnya sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Paulus mengaku sempat menjadi fasilitator pertemuan antara warga atau calon mitra dengan Yayasan Barnas. Dimana pertemuan tersebut terjadi di rumahnya bersama sekitar 40 calon mitra.

“Nah pada beberapa waktu yang lalu mbak Ery menyampaikan kepada saya, Pak Paulus ini ada program untuk ibu-ibu atau UMKM, karena pak Paulus punya basis yang banyak tolong dong kalau ada yang berminat. Pak Paulus undang untuk ikut. Maka saya sampaikan, oke saya bantu. Tetapi dalam awal itu saya sudah wanti-wanti untuk menyampaikan tentang kegiatan ini. Saya wanti-wanti ini karena kegiatan ini bersifat menggalang masyarakat. Saya ingatkan bahwa kegiatannya harus ada MoU atau legalitas dari kegiatan itu. Itu sudah saya sampaikan awal dan mbak Ery sudah juga merespon itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pertemuan Barnas dengan calon mitra tersebut terjadi hingga proses registrasi. Namun berjalannya waktu, ternyata muncul masalah ketidakpastian program.

Hal itu membuat dirinya didesak oleh sejumlah rekan atau calon mitra yang telah bergabung untuk bisa menanyakan kejelasan kepada Yayasan Barnas.

“Ada beberapa mitra yang tidak sabar dan minta solusi kepada saya. Ya sudah klarifikasi, saya ketemukan dengan mbak Ery. Waktu itu nggak nggak ketemu di kosannya. Ketemu mas Pipit, sekretaris asistennya. Nanti akan disampaikan,” imbuhnya.

Bahkan ketika sejumlah mitra merasa ada kejanggalan dengan program tersebut, lanjutnya, ia menyarankan untuk berkonsultasi ke Polresta Solo. Paulus bahkan turut mendampingi mereka.

“Teman-teman sudah tidak sabar makanya ke Polresta itu. Ke Polresta itu juga konsultasi dengan saya juga. Jadi mengadu untuk difasilitasi kepolisian. Bukan mengadu tentang saya, maka di pemberitaan itu saya agak dirugikan, nama saya. Maka saya harus klarifikasi,” katanya.

Terkait itu, Paulus turut mendesak Yayasan Barnas untuk  segera mengklarifikasi terkait adanya isu dugaan penipuan yang kini santer tersebar. Disinggung terkait hubungannya dengan Ketua Yayasan Barnas, Paulus menegaskan sejak beberapa waktu terakhir ia tidak berkomunikasi dengan sosok Ery Primasari Kusuma.

“(Komunikasi) Macet. Tapi lewat Pipit (Sekretaris) saya bisa. Jadi posisi saya, njenengan bisa menilai sendiri dan saya tidak menerima sepeserpun dari kegiatan itu. Itu langsung ke mereka,” tukasnya.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|