Kakak Hary Tanoe dan Staf Ahli Mensos Jadi Tersangka Baru Kasus Bansos Beras

1 week ago 12
Ilustrasi Bansos beras | Kreasi AI

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelombang baru perkara korupsi bantuan sosial kembali menyeret sejumlah nama besar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tiga orang individu serta dua perusahaan logistik sebagai tersangka dalam dugaan penyimpangan distribusi beras untuk keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahun anggaran 2020.

Salah satu figur yang masuk dalam jeratan hukum adalah Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT), lebih dikenal sebagai Rudy Tanoe, kakak kandung pengusaha sekaligus politisi Hary Tanoesoedibjo. Selain Rudy, penyidik KPK juga menjerat Edi Suharto (ES), Staf Ahli Menteri Sosial bidang Perubahan dan Dinamika Sosial, serta Kanisius Jerry Tengker (KJT), mantan Direktur Utama PT Dosni Roha Logistik.

“Penyidikan dimulai sejak Agustus 2025. Ada tiga orang dan dua korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Selasa (19/8/2025) malam.

Dua Korporasi Ikut Jadi Tersangka

Tak hanya personal, penyidik KPK juga menilai ada peran langsung badan usaha dalam praktik dugaan korupsi ini. PT Dosni Roha Indonesia dan PT Dosni Roha Logistik, dua perusahaan yang bergerak di sektor distribusi, turut ditetapkan sebagai tersangka korporasi.

“Indikasi yang kami temukan menunjukkan keputusan dan tindakan yang diambil bukan hanya level individu, tetapi juga dalam kapasitas korporasi,” jelas Budi.

Dari total proyek senilai Rp 336 miliar, perhitungan awal penyidik menduga kerugian negara mencapai Rp 200 miliar. Angka tersebut masih bersifat sementara, menunggu penghitungan resmi auditor negara.

“Estimasi kerugian negara akan dikonfirmasi lebih lanjut melalui koordinasi dengan lembaga auditor,” imbuh Budi.

Pencegahan Keluar Negeri

Sejak 12 Agustus 2025, KPK sudah menerbitkan surat larangan bepergian ke luar negeri terhadap empat orang yang diduga terlibat langsung. Mereka adalah Rudy Tanoe, Edi Suharto, Kanisius Jerry Tengker, dan Herry Tho (HT), Direktur Operasional PT Dosni Roha Logistik. Pencegahan berlaku enam bulan ke depan.

Menurut Budi, kebijakan tersebut untuk memastikan seluruh pihak yang dibutuhkan tetap berada di Indonesia agar proses hukum berjalan lancar.

Nama Rudy Tanoe bukan orang asing di dunia bisnis nasional. Ia pernah memimpin sejumlah perusahaan besar di sektor logistik, media, hingga farmasi. Alumni University of San Francisco ini dikenal sebagai Presiden Direktur PT Zebra Nusantara Tbk (2021–2022), mantan pimpinan MNC SkyVision, hingga pernah duduk di kursi komisaris berbagai anak usaha MNC Group.

Keterlibatan kakak Hary Tanoe dalam kasus bansos ini menambah daftar panjang skandal pengelolaan bantuan sosial di Kementerian Sosial yang sejak 2020 berulang kali mencuat ke publik.

Pengembangan Kasus Lama

KPK menegaskan, perkara ini bukan kasus berdiri sendiri. Penyidikan merupakan kelanjutan dari skandal korupsi bansos Kemensos 2020 yang sempat mengguncang pemerintahan.

“Ini adalah pengembangan dari perkara lama. Kami berharap seluruh pihak yang dipanggil bersikap kooperatif agar proses penyidikan bisa segera dituntaskan,” pungkas Budi. [*]  Berbagai sumber

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|