MEDAN, SUMUTPOS.CO- Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat bangga atas keberhasilan pemerintah dalam menghemat Rp300 triliun APBN yang berpotensi diselewengkan. Apalagi, penghematan anggaran ini akan digunakan ke sektor yang lebih membutuhkan, khususnya kepentingan rakyat Indonesia.
Hal ini disampaikan Ketua Presidium ICMI Muda Pusat Dr Tumpal Panggabean MA menyikapi pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Sidang Istimewa MPR RI, 15 Agustus 2025, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Minggu (17/8/2025) malam.
Selain itu, penghematan anggaran Rp300 triliun, Presiden Prabowo juga menyampaikan capaian terkait dengan swasembada pangan, bahkan Indonesia memiliki stock pangan terbesar sepanjang sejarah bangsa ini. Di sisi lain, pemerintah juga menyampaikan capaian soal kesehatan, dimana program pemeriksaan kesehatan gratis telah berjalan di seluruh Indonesia.
Dan tak kalah populernya soal 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan menyusui, menerima makanan bergizi setiap hari. Program MBG ini telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur-dapur, dan melibatkan 1 juta petani, nelayan, peternak dan UMKM.
Selain itu, capaian lain termasuk realisasi investasi semester I 2025 sebesar Rp942 triliun, pembangunan 100 Sekolah Rakyat, peningkatan gaji guru ASN dan tunjangan guru non-ASN, renovasi 13.800 sekolah, pembangunan 80.000 koperasi desa, dan penguatan pertahanan nasional dengan pembentukan komando baru TNI
“Dari semua capaian pemerintah yang disampaikan Bapak Presiden, kita sangat mengapresiasi penuh, tetapi selaku generasi muda, selaku Ketua Presidium ICMI Muda Pusat, saya ingin menyampaikan catatan kritis kepada pemerintah sekaligus masukan kepada pemerintah Republik Indonesia terkhusus kepada Presiden Republik Indonesia,” kata Tumpal.
Tumpal mengungkapkan, dari semua capaian yang disampaikan presiden itu, ada hal yang luput dari perhatian pemerintah. “Di saat pemerintah serius menegakkan pemberantasan korupsi untuk menyelamatkan uang rakyat, namun ada satu kejahatan luar biasa (extraordinary crime), yaitu narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
“Kejahatan narkoba sudah merajalela dan sangat mengkhawatirkan, bahkan mengancam masa depan bangsa yang kita cintai ini. Generasi muda yang kita harapkan akan menjadi generasi emas tahun 2045, akan pupus jika kita tidak bertindak sedari sekarang” ujar Tumpal.
Dikatakannya, pemerintah telah menegaskan, Narkoba adalah extraordinary crime, sama dengan korupsi, kejahatan luar biasa yang berdampak luas. “Sayangnya, kita tidak melihat penanganan extraordinary yang dilakukan pemerintah saat ini dalam menangani masalah narkoba, sehingga terkesan yang terlihat hanya sekedar gimik dan seremonial belaka. Kita tidak ingin generasi muda ke depan akan menjadi generasi narkoba,” tegasnya.
Dia pun mempertanyakan kinerja aparat kepolisian dalam menindak para bandar dan pengedar narkoba di negeri ini. “Apakah Bapak Presiden masih punya Kapolri yang berani tegas menindak para bandar, pengedar, dan sarang narkoba?” Katanya.
Bahkan, lanjut Tumpal, mereka terang-terangan menjual narkoba tersebut dan tidak sedikit sarang narkoba yang dibekingi aparat. “Dimana Kapolri, Panglima TNI, BNN dan jajarannya? Kenapa tidak satu pun prestasi mereka yang disampaikan Bapak Presiden saat riuhnya tepuk tangan mengapresiasi capain-capain pemerintah tersebut?” ketusnya.
“Apakah penanggulangan narkoba ini tidak penting? Sehingga tidak dianggap sebuah prestasi? Atau apakah memang mereka-mereka itu tidak punya prestasi apapun dalam penanganan narkoba, atau pemerintah yang tidak paham bagaimana cara menanganinya? Atau jangan-jangan, apakah ini bagian dari pembiaran?” imbuhnya.
Menurut Tumpal, ICMI Muda punya alasan bahkan sedikit curiga dengan hal tersebut. “Karena Kami dari ICMI Muda sudah berulangkali bersurat resmi kepada Kapolri, Panglima TNI, Kepala BNN dan beberapa Kementrian terkait, dan mereka tidak pernah direspon,” ungkapnya.
Karenanya, Tumpal meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menanyakan ulang kepada para pejabat tersebut, masihkah mereka punya keberanian dan kesungguhan terkait penanganan narkoba tersebut? “Satu-satunya kementrian yang merespon adalah Kemenag melalui Wamenag dan kami sudah MoU dalam sebuah Program Kampus Bersih Narkoba (Kampus Bersinar) khusus kampus-kampus Islam di bawah naungan Kemenag,” terangnya.
Dia juga mengungkapkan, saat ini Sumatera Utara menjadi ranking pertama di Indonesia penyalahgunaan narkoba. “Saya selaku orang Sumatera Utara malu. Tapi beberapa hari yang lalu, saya terkejut betapa beraninya Gubernur Sumatera Utara didampingi oleh jajaran Polda Sumut, mendobrak, bahkan menghancurkan tempat narkoba itu,” ujarnya.
Tumpal mengaku salut, hormat, dan bangga, atas apa yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara dengan Kapolda Sumatera Utara, dan Pangdam I/BB terkait dengan terobosan baru untuk menghancurkan tempat-tempat narkoba. “Walaupun saya tahu, masih banyak tempat-tempat narkoba di Sumatera Utara, di Kota Medan, kita tunggu gebrakan kepala daerah yang ada di Sumatera Utara. Bupati, Wali Kota, yang daerahnya di Sumatera Utara peredaran narkobanya paling tinggi, untuk bahu-membahu memberantas narkoba ini,” harapnya.
Tumpal berharap, hal serupa juga dilakukan di seluruh daerah di Indonesia. “Bapak Presiden Republik Indonesia yang kami banggakan, kami ICMI Muda di seluruh Indonesia menunggu sepak terjang Bapak selaku Jendral TNI penuh yang punya kemampuan dan kapasitas dalam semua hal. Kami ingin melihat bagaimana tangan Jendral memutus mata rantai narkoba, dan bagaimana tongkat Jendral menghantam dan membumihanguskan sarang dan tempat narkoba berada di Indonesia,” pungkasnya. (adz)