Kolaborasi Sukses SRGS 2025 Jadi ‘Role Model’: Gubernur Luthfi Dorong Semangat “Gotong Royong” untuk Pembangunan Jawa Tengah!

3 weeks ago 16
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menutup perayaan akbar Solo Raya Great Sale (SRGS) 2025 di De Tjolomadoe pada Minggu malam (3/8/2025). Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM —  Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menutup perayaan akbar Solo Raya Great Sale (SRGS) 2025 di De Tjolomadoe pada Minggu malam (3/8/2025). Dalam pidatonya, Luthfi menyampaikan apresiasi besar atas keberhasilan acara perdana ini, yang dinilainya sebagai wujud nyata kolaborasi dan kekuatan gotong royong masyarakat Solo Raya.

Luthfi menegaskan bahwa identitas Jawa Tengah adalah fondasi dari kesuksesan ini.

“Jawa Tengah itu merupakan provinsi dengan keunikan tersendiri. Secara tipologi, kita berada di tengah, di sentral Nusantara. Maka siapapun yang menjadi bagian dari Jawa Tengah harus bangga karena kita punya nilai gotong royong, tepo seliro, urunan, tenggang rasa—itulah ciri khas Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun daerah, tak hanya antarwilayah di dalam provinsi, tetapi juga antarprovinsi. Menurutnya, membangun Jawa Tengah tak cukup dengan pendekatan sektoral atau individu, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat, kepala daerah, dan mitra strategis.

“Banyak dari kita yang mampu tapi tidak mau, dan banyak juga yang mau tapi tidak mampu. Tapi hari ini di Solo Raya kita menemukan orang yang mampu dan mau. Maka terciptalah Solo Raya yang kecil, tapi luar biasa,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada para wali kota dan bupati yang telah menjalankan amanah rakyat dengan semangat tanggung jawab moral, terutama dalam upaya menyejahterakan masyarakat.

Dalam pidatonya, Luthfi menyebut keberhasilan aglomerasi ekonomi Solo Raya akan dijadikan role model pembangunan Jawa Tengah ke depan. Ia menyebut akan mengembangkan model ini ke wilayah eks-Karesidenan lainnya seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Pati Raya.

“Dengan aglomerasi, tumbuh perekonomian baru. Tapi perlu juga kerja sama superteam. Seperti orang Jawa bilang: mangan ora mangan sing penting kumpul. Sakit satu, sakit semua. Sejahtera satu, sejahtera semua. Together we can, bersama-sama kita bisa,” tegasnya.

Luthfi juga menyoroti potensi besar tenaga kerja di Jawa Tengah. Ia menyebut provinsinya memiliki banyak sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), dan program-program yang terintegrasi dengan wirausaha dan industri.

“Jawa Tengah ibarat pemuda yang sedang semangat-semangatnya membangun. Seorang pemuda butuh sepatu, kaos kaki, celana, dompet dan isinya, rumah dan isinya. Maka investasi harus berbondong-bondong mengeroyok ‘pemuda’ yang namanya Jawa Tengah ini,” ujarnya.

Menurutnya, jika Jawa Tengah ingin maju, maka harus dipersiapkan untuk menyambut masa depan dengan idealisme dan semangat tinggi.

“Kalau kita sudah tua, keinginannya hanya jalan-jalan. Tapi Jawa Tengah adalah pemuda dengan semangat dan kebutuhan besar untuk menyongsong masa depan. Jawa Tengah maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|