Langkah Nyata Rumah Pengabdian Pdt Penrad Siagian di Samosir: 4 Anak Rentan Kembali Punya Harapan

19 hours ago 6

SAMOSIR, sumutpos.co— Empat anak di Desa Janji Marapot, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, yang sebelumnya hidup dalam kondisi rentan, kini mulai mendapatkan kembali hak-hak dasar mereka sebagai warga negara.

Pendampingan Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian, Anggota DPD RI asal Sumatra Utara, berhasil membantu penyelesaian berbagai persoalan, mulai dari administrasi kependudukan, pengaktifan BPJS Kesehatan, hingga pengawalan akses pendidikan.

Keempat anak tersebut selama ini diasuh oleh kakek mereka, Lomo Sibatuara. Kondisi keluarga yang tidak mudah membuat pemenuhan hak mereka sempat terkendala. Ayah kandung mereka sedang menjalani masa hukuman di Lapas Pangururan, sementara ibu mereka telah menikah kembali.

Melihat kondisi tersebut, tim advokasi Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian yang dipimpin David Sibatuara turun melakukan pendampingan agar negara hadir memenuhi hak dasar anak-anak tersebut. “Anak-anak ini tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena persoalan administrasi, status pengasuhan, maupun keterbatasan akses layanan dasar,” kata David. Salah satu persoalan utama adalah belum lengkapnya administrasi kependudukan.

Tim advokasi kemudian berkoordinasi dengan Lapas Pangururan, Pemerintah Kecamatan Nainggolan, dan Pemerintah Desa Janji Marapot untuk menyelesaikan dokumen pengalihan hak asuh.

Kalapas Pangururan Binur Sitanggang bersama Kasubsie Pelayanan Tahanan Ferdinand Parapat mendukung proses tersebut dengan memfasilitasi penandatanganan dokumen pengalihan hak asuh dari ayah kandung kepada sang kakek.

Setelah proses koordinasi, data keempat anak tersebut akhirnya tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) milik Lomo Sibatuara. Camat Nainggolan, Junita Sinaga, memastikan pemerintah kecamatan dan desa akan terus mengawal pemenuhan hak anak-anak tersebut. “Pemerintah Kecamatan dan Pemdes Janji Marapot berkomitmen mengawal penerbitan dokumen pendukung hingga seluruh hak anak-anak ini terpenuhi,” ujarnya.

Selain administrasi, Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian juga memastikan keempat anak tersebut memperoleh jaminan kesehatan. Melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, BPJS Kesehatan PBI Pemda untuk keempat anak tersebut telah aktif.

“Seluruh proses pendaftaran BPJS Kesehatan PBI APBD telah kami selesaikan dan status kepesertaannya sudah aktif penuh, sehingga anak-anak dapat mengakses pelayanan kesehatan gratis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Samosir, Dina Hutapea.

Untuk pendidikan, Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian mengawal pembaruan data agar anak-anak tersebut memperoleh bantuan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kepala SDN 18 Parhusip 3, Lampininta Silaban, mengatakan sekolah sedang memproses pembaruan data Josua dan Jonatan Sibatuara di sistem Dapodik berdasarkan KK baru agar usulan bantuan pendidikan dapat segera diproses.

Selain itu, Dinas Sosial PMD Kabupaten Samosir juga siap mempercepat pendataan keluarga tersebut dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/SIKS-NG). “Kami siap turun ke lapangan dan mempercepat proses penginputan data anak-anak tersebut ke dalam DTKS,” ujar Kepala Dinas Sosial PMD Samosir, Hans Sidabutar.

Dukungan masyarakat juga hadir melalui gerakan sosial yang digagas Bung Cogan Sitanggang. Melalui media sosial, dibuka jalur donasi untuk membantu renovasi rumah keluarga Lomo Sibatuara, dengan ukuran bangunan 6 meter x 7 meter agar keluarga tersebut dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

David Sibatuara menegaskan perjuangan belum berhenti hingga seluruh hak anak-anak tersebut terpenuhi. “Dokumen kependudukan dan BPJS mereka sudah tuntas dan aktif penuh. Saat ini kami terus mengawal proses di Dinas Pendidikan agar bantuan sekolah mereka segera terealisasi,” tegasnya.

Lomo Sibatuara menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan tersebut. “Berkat pengawalan tim, cucu-cucu saya sekarang sudah punya dokumen resmi, kartu BPJS aktif untuk berobat, dan proses bantuan sekolah mereka sedang dikawal,” tuturnya.

Bagi keluarga Lomo Sibatuara, pendampingan tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan administrasi, tetapi menjadi jalan untuk memastikan empat anak itu tetap memiliki kesempatan menatap masa depan yang lebih baik. (adz)

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|