Lindungi Petani Tembakau, Gubernur Luthfi Siapkan Langkah Tegas Berantas Rokok Ilegal

1 month ago 24
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberikan arahannya saat mengunjungi petani tembakau di Temanggung | Jatengprov.go.id

TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib petani tembakau di Temanggung. Salah satu langkah nyata yang segera diambil adalah menggelar operasi besar-besaran memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat berdialog langsung dengan petani tembakau dalam forum yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, Selasa (15/7/2025).

Dalam forum itu, Komite Pertembakauan Kabupaten Temanggung, Yuda Sudarmaji, mengungkapkan keresahan para petani. Menurutnya, kebijakan kenaikan cukai dan regulasi di sektor industri rokok telah berdampak serius pada penghasilan petani tembakau.

“Kalau industri rokok tertekan, dampaknya langsung ke petani. Kami mohon hal ini bisa diteruskan ke pihak berwenang bahkan ke Presiden,” ujar Yuda, seperti dilansir dari Jatengprov.go.id.

Yuda memaparkan, hampir seluruh wilayah Temanggung masih mengandalkan tembakau sebagai komoditas unggulan. Dari 20 kecamatan, hanya satu kecamatan yang tidak menanam tembakau. Namun, situasi saat ini membuat penghasilan petani anjlok karena serapan pasar yang makin kecil.

“Dulu, saat musim panen, tembakau menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Temanggung. Sekarang tidak lagi, karena terjepit banyak kebijakan,” katanya.

Kondisi makin sulit ketika salah satu perusahaan rokok besar menghentikan pembelian tembakau dari Temanggung. Yuda berharap pemerintah daerah dapat memaksimalkan pemanfaatan dana bagi hasil cukai, terutama untuk mendukung pengadaan bahan baku dan kebutuhan obat-obatan bagi petani.

“Sebentar lagi musim panen tiba. Padahal di Jateng ada banyak pabrik rokok. Kami mohon Pak Gubernur bisa mendorong perusahaan agar membeli tembakau petani Temanggung,” pinta Yuda.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa kewenangan pengaturan cukai berada di pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan. Namun, ia memastikan pemerintah provinsi tidak tinggal diam.

“Bapak-bapak tidak sendirian, ini potensi besar wilayah kita. Kami akan terus kawal. Untuk Temanggung sendiri, dana bagi hasil cukai hasil tembakau sekitar Rp61 miliar sudah kami distribusikan,” jelas Luthfi.

Langkah lebih lanjut pun telah disiapkan Pemprov Jateng. Luthfi mengatakan telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk melakukan operasi penindakan rokok ilegal yang dinilai merugikan banyak pihak, termasuk petani.

“Saya sudah bicara dengan Polda, akan ada operasi besar-besaran memberantas rokok ilegal,” tegasnya.

Tak hanya itu, Luthfi juga berencana bertemu langsung dengan perusahaan-perusahaan rokok guna menyampaikan keluhan para petani serta mencari solusi agar serapan tembakau petani kembali optimal.

“Saya akan temui perusahaan rokok. Kalau bisa nanti perwakilan petani ikut bersama saya,” pungkasnya.  [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|