Mahasiswa PGSD UNS Latih Guru SD di Surakarta Manfaatkan AI dalam Pembelajaran

3 weeks ago 16
Guru-guru SD di Kota Solo saat menerima materi dalam Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Berbasis Deep Learning oleh mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta | Foto: Istimewa

SURAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak sekadar belajar di bangku kuliah. Sabtu (12/7/2025) lalu, Yusuf Nur Hidayat dan kawan-kawan terjun langsung mendampingi guru-guru sekolah dasar di Surakarta dalam pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) berbasis deep learning untuk pembelajaran.

Kegiatan yang digelar di Kampus 4 UNS tersebut meerupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi Research Group Inovasi Kompetensi Guru Sekolah Dasar UNS. Peserta pelatihan berasal dari dua sekolah, yakni SD Muhammadiyah 5 Surakarta dan SD Negeri Tegalrejo.

Sejak awal acara, mahasiswa PGSD sudah terlibat penuh, mulai dari perencanaan, penyusunan materi, fasilitasi sesi pelatihan, hingga pendampingan teknis. Mereka membantu para guru mengenal dan mempraktikkan penggunaan berbagai aplikasi serta perangkat berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar.

Audiens tampak antusias mencermati penjelasan narasumber dalam Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Berbasis Deep Learning oleh mahasiswa Program Studi PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta | Foto: Istimewa

Ketua Tim Kegiatan menegaskan, keikutsertaan mahasiswa dalam pengabdian ini menjadi bagian penting untuk menumbuhkan kompetensi profesional calon guru. “Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan semangat inovasi dan kolaborasi sejak mereka masih kuliah,” ujarnya.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi tentang penerapan AI dalam pendidikan, khususnya untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif dan personal. Setelah itu, para guru langsung mencoba berbagai tools AI dalam sesi praktik yang dipandu mahasiswa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak guru yang mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi, khususnya AI, bisa membantu proses belajar-mengajar menjadi lebih efektif. Mereka pun berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengembangan profesional guru di era digital.

“Kami senang bisa terlibat langsung mendampingi para guru. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk mengasah keterampilan sekaligus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi,” ujar Yusuf Nur Hidayat. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|