KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan pelaku UMKM di Desa Bulusan dan Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, mendadak bersemangat saat mendapat ‘amunisi baru’ dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta. Dalam sebuah talkshow edukatif bertema “Pemberdayaan UMKM Melalui Tertib Administrasi Keuangan dan Pengolahan Produk Sehat-Higienis Menuju Ekonomi Berkelanjutan”, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 173 hingga 176 hadir memberikan solusi konkret demi kemajuan UMKM desa, Senin (28/7/2025).
Kegiatan ini bukan sekadar teori di atas kertas. Mahasiswa UIN RM Said Surakarta benar-benar turun ke lapangan dan menjawab dua tantangan besar UMKM hari ini: cara mencatat keuangan dengan baik dan bagaimana mengolah produk makanan yang sehat dan aman dikonsumsi.
Menurut Abdul Fakih Al Amin selaku Ketua Panitia, talkshow ini bertujuan agar para pelaku UMKM memiliki wawasan yang lebih luas dalam hal pencatatan keuangan serta pemahaman terhadap pentingnya higienitas produk yang mereka hasilkan.
“Ini bagian dari pengabdian mahasiswa dan dosen dalam Tridarma Perguruan Tinggi. Harapannya, UMKM lokal bisa bersaing di pasar yang lebih besar,” jelasnya.
Dalam sesi berbagi ilmu, hadir Mufti Arief Arfiansyah, Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN RM Said Surakarta. Ia membedah tuntas bagaimana cara membuat pembukuan sederhana hingga menghitung harga pokok produk yang tepat.
“Laporan keuangan itu cermin usaha, bukan sekadar formalitas. UMKM wajib bisa menyusunnya meski sederhana,” tegasnya.
Talkshow makin menarik saat Devina Melinawati, Dosen Ekonomi Syariah STAI Mulia Astuti Wonogiri, langsung membimbing praktik pembukuan keuangan secara riil. Ia mendorong para pelaku usaha untuk tidak takut memulai.
“Mulai saja dari yang paling sederhana, yang penting konsisten,” katanya memotivasi.
Sementara itu, dari sisi pangan, Wahyu Dwi Pratiwi – bidan dari Puskesmas Karangdowo – menggarisbawahi pentingnya keamanan pangan sebagai bagian dari upaya penurunan angka stunting. UMKM yang bergerak di bidang makanan harus paham: bahan baku, cara pengolahan, sampai penyajian, semuanya harus bersih dan sehat.
Dukungan juga datang dari aparatur desa. Sekretaris Desa Bulusan, Vicky Nurjannah, sangat mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat ini.
Senada, Sagung Widyatmo, Sekretaris Desa Tulas, menekankan bahwa daya saing produk UMKM ditentukan oleh kualitas dan harga. Ia berharap ilmu yang dibagikan bisa langsung dipraktikkan.
Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta ingin membuktikan bahwa pengabdian bukan hanya slogan. Namun memberi solusi, dan mendorong UMKM desa naik kelas. Jika pembukuan keuangan UMKM rapi dan produknya sehat, maka bukan tidak mungkin produk desa bisa bersaing hingga tingkat nasional. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.