SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang mahasiswi asal Pekalongan, Cahaya Fadhila, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh driver taksi online saat tiba di depan indekosnya di wilayah Gamping, Kabupaten Sleman. Insiden tersebut terjadi pada 1 Februari 2026 dan kini telah ditangani oleh pihak kepolisian.
Peristiwa bermula ketika Cahaya memesan layanan transportasi online dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju tempat tinggalnya. Saat itu kondisi hujan, dan proses penjemputan sempat terkendala akibat perbedaan pemahaman mengenai titik lokasi.
Cahaya mengungkapkan, driver menyampaikan telah berada di depan sebuah hotel. Namun ia kesulitan menemukan kendaraan karena petunjuk yang diberikan dinilai tidak jelas. Dalam komunikasi tersebut, terjadi kesalahpahaman yang membuat ucapannya dianggap sebagai bentuk memburu-buru pengemudi.
“Saya tidak pernah bilang cepat ya pak, cepat ya. Saya cuma bilang lama sekali. Karena driver sudah sampai, tapi kurang jelas memberikan instruksi dia berada di mana, biar saya gampang menghampirinya. Tapi dia sangat sangat tidak menjelaskan seperti itu,” ujar Cahaya, Rabu (4/2/2026).
Setelah bertemu dan masuk ke dalam mobil, Cahaya merasakan suasana perjalanan yang tidak nyaman. Sepanjang perjalanan hingga tiba di tujuan, driver disebut memilih diam tanpa memberikan penjelasan atau teguran.
Menurut Cahaya, jika memang ada kesalahan di awal komunikasi, seharusnya ia ditegur secara baik-baik, bukan didiamkan hingga menimbulkan ketegangan.
Persoalan Pembayaran Picu Keributan
Masalah kemudian muncul saat kendaraan tiba di depan indekos. Cahaya berniat membayar ongkos perjalanan dan menanyakan ketersediaan uang kembalian. Driver menyatakan tidak memiliki kembalian. Saat Cahaya menawarkan pembayaran melalui transfer, hal tersebut juga ditolak.
Ketika kembali bertanya mengenai solusi pembayaran, driver justru mengatakan hal itu menjadi urusan penumpang. Cahaya lalu meletakkan uang di samping kursi pengemudi.
Ia menegaskan, uang tersebut tidak dilempar, melainkan diletakkan karena dirinya sedang memegang ponsel untuk merekam kejadian.
“Jika saya ambil (uangnya), takutnya saya ditarik,” ungkapnya.
Dalam rekaman tersebut, driver disebut sempat melontarkan ancaman dengan mengaku sebagai wartawan. Cahaya lalu menjelaskan bahwa dirinya hanyalah seorang mahasiswi perantauan.
Namun respons yang diterima justru membuatnya terkejut.
“Saya kaget, di luar pemikiran saya,” tutur Cahaya, mengingat ucapan driver yang menyebut bisa membuatnya dikeluarkan dari kampus.
Tak lama berselang, driver turun dari kursi pengemudi dan berpindah ke kursi penumpang untuk mencoba merebut ponsel Cahaya. Upaya tersebut tidak berhasil, dan perekaman tetap berlangsung.
Korban Mengaku Ditarik dan Minta Tolong
Situasi semakin memanas ketika driver diduga menarik kaki, tangan, hingga kerudung Cahaya. Merasa terancam, Cahaya spontan berteriak meminta pertolongan.
“Saya teriak minta tolong, pas itu keadaannya sepi,” katanya.
Teriakan tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian mendatangi lokasi. Namun menurut Cahaya, penjelasan driver kepada warga tidak sesuai dengan fakta kejadian. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak membayar ataupun enggan turun dari mobil, melainkan membutuhkan waktu untuk membereskan barang bawaan.
Kasus ini kemudian ditangani Polsek Gamping. Kedua belah pihak telah dipertemukan, namun proses penyelesaian masih ditunda.
“Iya (penyelesainnya) masih dipending sampe tanggal 28 Februari, sesuai permintaan driver,” kata Cahaya.
Polisi Pastikan Proses Berjalan
Kasihumas Polresta Sleman AKP Salamun membenarkan adanya laporan perselisihan antara penumpang dan driver online yang kini menjadi perhatian publik.
Ia menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ali Maksum, Nogotirto, Gamping, Sleman, pada 1 Februari 2026. Petugas Polsek Gamping telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait.
“Penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian,” tegas Salamun. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.

4 days ago
8


















































