Marinus Yaung: KKB Tidak Akan Mendapat Dukungan dan Simpati Asing

4 hours ago 8

JAYAPURA-Akademisi Uncen, Marinus Yaung merasa prihatin dengan kondisi ini. Ia pribadi berduka cita dari tertembaknya seorang pekerja kemanusian, seorang tenaga misionaris, yang datang bekerja dan melayani orang asli Papua, dengan hati dan penuh kasih, untuk wilayah pedalaman Papua, secara khusus untuk wilayah kabupaten Yahukimo.

Ia menyinggung sepatutnya kepada daerah mampu menjamin keselamatan hidup para pekerja kemanusian di wilayah kekuasaan adminsitrasinya.

“Sampai detik ini, saya dan sejumlah pemerhati masalah kemanusian di Papua, belum mengetahui langkah-langkah apa yang sudah diambil untuk menjamin keselamatan hidup para pekerja kemanusian di wilayah ini,” cecarnya.

Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan KKB Yahukimo, dan kelompok KKB lainnya. Berkomunikasi untuk ciptakan keamanan dan kedamaian di wilayah Papua Pegunungan. Sadarkan kelompok KKB Papua bahwa dengan membunuh masyarakat sipil, para pekerja kemanusiaan, para misionaris, untuk kepentingan Papua Merdeka, maka itu sesuatu yang sudah tidak mungkin tercapai.

“Tidak akan ada negara di dunia yang setuju dan simpati dengan perjuangan KKB Papua, yang terkenal brutal membunuh masyarakat sipil dan para pekerja kemanusian, catat itu,” tegasnya. Ia meyakini dengan membunuh orang asing, maka tidak mungkin KKB Papua akan mendapatkan dukungan asing atas kepentingan perjuangan yang dilakukan selama ini.

Bupati, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan harus bisa berkomunikasi menyampaikan kebenaran ini kepada KKB Papua, di wilayah Papua Pegunungan.

“Saya yakin KKB Papua mereka kurang pengetahuan dalam perjuangan mereka dan selalu ditipu – tipu sama diplomat tukang tipu Papua di luar negeri seperti Benny Wenda dan John Anary, bahwa dengan angkat senjata bunuh pekerja kemanusian, tenaga misionaris, itu perjuangan menuju Papua akan merdeka,” singgung dosen Fisip Uncen ini.

Dari penyampaian yang salah dan terkesan dibodohi ini kata Yaung akhirnya KKB tak segan-segan melakukan kekerasa bersenjata bahkan membunuh orang-orang yang tak seharusnya menjadi korban dari konflik mereka.

“Sekali lagi, membunuh orang asing, missionaris itu tidak akan membuat Papua merdeka, bahkan dipastikan akan kehilangan dukungan,” tutupnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

JAYAPURA-Akademisi Uncen, Marinus Yaung merasa prihatin dengan kondisi ini. Ia pribadi berduka cita dari tertembaknya seorang pekerja kemanusian, seorang tenaga misionaris, yang datang bekerja dan melayani orang asli Papua, dengan hati dan penuh kasih, untuk wilayah pedalaman Papua, secara khusus untuk wilayah kabupaten Yahukimo.

Ia menyinggung sepatutnya kepada daerah mampu menjamin keselamatan hidup para pekerja kemanusian di wilayah kekuasaan adminsitrasinya.

“Sampai detik ini, saya dan sejumlah pemerhati masalah kemanusian di Papua, belum mengetahui langkah-langkah apa yang sudah diambil untuk menjamin keselamatan hidup para pekerja kemanusian di wilayah ini,” cecarnya.

Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan KKB Yahukimo, dan kelompok KKB lainnya. Berkomunikasi untuk ciptakan keamanan dan kedamaian di wilayah Papua Pegunungan. Sadarkan kelompok KKB Papua bahwa dengan membunuh masyarakat sipil, para pekerja kemanusiaan, para misionaris, untuk kepentingan Papua Merdeka, maka itu sesuatu yang sudah tidak mungkin tercapai.

“Tidak akan ada negara di dunia yang setuju dan simpati dengan perjuangan KKB Papua, yang terkenal brutal membunuh masyarakat sipil dan para pekerja kemanusian, catat itu,” tegasnya. Ia meyakini dengan membunuh orang asing, maka tidak mungkin KKB Papua akan mendapatkan dukungan asing atas kepentingan perjuangan yang dilakukan selama ini.

Bupati, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan harus bisa berkomunikasi menyampaikan kebenaran ini kepada KKB Papua, di wilayah Papua Pegunungan.

“Saya yakin KKB Papua mereka kurang pengetahuan dalam perjuangan mereka dan selalu ditipu – tipu sama diplomat tukang tipu Papua di luar negeri seperti Benny Wenda dan John Anary, bahwa dengan angkat senjata bunuh pekerja kemanusian, tenaga misionaris, itu perjuangan menuju Papua akan merdeka,” singgung dosen Fisip Uncen ini.

Dari penyampaian yang salah dan terkesan dibodohi ini kata Yaung akhirnya KKB tak segan-segan melakukan kekerasa bersenjata bahkan membunuh orang-orang yang tak seharusnya menjadi korban dari konflik mereka.

“Sekali lagi, membunuh orang asing, missionaris itu tidak akan membuat Papua merdeka, bahkan dipastikan akan kehilangan dukungan,” tutupnya. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Read Entire Article
Politik | Local| Daerah| Finance| Sport|